TLDR
Bitget mengalami serangan siber yang menyebabkan pencurian besar-besaran sebesar $387,5 juta. Kerentanan zero-day dalam produk keamanan pihak ketiga dieksploitasi oleh penyerang untuk mendapatkan akses ke sistem internal. Investigasi menunjukkan bahwa penyerang menggunakan alat yang disesuaikan untuk melakukan penarikan yang tidak sah dari dompet Bitget. Pomodo.id - Bitget, sebuah platform pertukaran cryptocurrency, menderita kerugian besar akibat serangan siber yang terjadi baru-baru ini. Serangan ini berhasil mencuri hingga $387,5 juta atau sekitar Rp5,8 triliun dari dompet hangat dan hangat mereka melalui eksploitasi celah zero-day dalam produk keamanan pihak ketiga. Serangan yang berlangsung pada 24 September 2026 ini menunjukkan bagaimana kerentanan dalam sistem keamanan dapat dimanfaatkan oleh penyerang untuk melakukan pengambilan dana yang tidak sah.Berdasarkan laporan dari penyelidik keamanan SlowMist, penyerang berhasil mendapatkan akses ke kredensial internal yang terjamin melalui celah keamanan tersebut. Dalam prosesnya, mereka menggunakan alat yang disesuaikan untuk mengeluarkan perintah penarikan yang tidak sah. Proses ini berhasil melakukan beberapa transfer tanpa terdeteksi, karena total nilai transaksi awal berada di bawah ambang batas kontrol risiko yang ditetapkan oleh Bitget. Setelah terjadinya penarikan yang lebih besar, semuanya lebih cepat dieksekusi melalui sistem persetujuan yang telah dimanipulasi oleh penyerang.Meski kerugian ini cukup besar, Bitget menempatkan sebagian besar dana pelanggan dalam dompet dingin yang aman dan tidak terpengaruh oleh serangan ini. Walaupun saluran penarikan dihentikan untuk sementara waktu, saldo akun pelanggan tetap akurat dan transaksi lainnya seperti deposit dan trading berjalan normal. Menariknya, serangan ini teridentifikasi melibatkan 11 jaringan blockchain, termasuk Ethereum dan XRP, yang menunjukkan dampaknya yang luas di dunia cryptocurrency.
Celah zero-day adalah jenis kerentanan perangkat lunak yang dapat dieksploitasi oleh penyerang sebelum pengembang merilis perbaikan atau tambalan untuk masalah keamanan tersebut. Hal ini sangat berbahaya, karena penyerang dapat memanfaatkan celah ini untuk mencuri data atau dana, seperti yang terjadi dalam serangan terhadap Bitget. Masyarakat sering salah paham bahwa celah ini akan langsung diperbaiki; kenyataannya, ada waktu di mana risiko tetap ada sebelum tindakan diambil oleh pengembang.
Serangan terhadap Bitget ini menjadi pelajaran penting bagi para pengguna cryptocurrency di Indonesia. Seiring dengan semakin populernya investasi dan penggunaan cryptocurrency, pemahaman yang lebih baik tentang risiko keamanan menjadi sangat penting. Bagi para pemula yang ingin berinvestasi, ini adalah pengingat bahwa keamanan digital adalah aspek yang tidak boleh diabaikan. Peningkatan kesadaran akan celah-celah keamanan dan penggunaan praktik terbaik dapat membantu melindungi uang mereka dari serangan yang sama di masa depan. Hal ini juga dapat mempengaruhi keputusan karir, sehingga mendorong pengembangan keterampilan dalam keamanan siber baik bagi mahasiswa maupun para profesional muda.Berdasarkan fakta yang terjadi, nilai kerugian yang dialami Bitget sama dengan sekitar 5 kali lipat dari gaji bulanan rata-rata pekerja muda di Indonesia, yang membuatnya sangat relevan untuk diskusi tentang investasi aman dan teknologi keuangan di masa depan. Perkembangan ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan di bidang keamanan digital dan potensi masa depan untuk karir dalam cybersecurity, serta investasi yang lebih aman dalam dunia cryptocurrency.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 1 Okt 2026, 13.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)