TLDR
Wallpaper baru dapat menghasilkan listrik dari kelembapan udara di dalam rumah. Teknologi ini juga berfungsi sebagai dehumidifier, mengurangi kelembapan udara. Dapat digunakan untuk perangkat IoT dengan konsumsi daya rendah, mengurangi kebutuhan baterai. Pomodo.id - Penelitian terbaru di Binghamton University telah mengungkapkan sebuah teknologi revolutionary: wallpaper yang dapat menghasilkan listrik dari kelembapan udara di dalam ruangan. Teknologi ini tidak memerlukan sinar matahari untuk berfungsi, berbeda dengan panel surya yang banyak digunakan di rumah-rumah di Amerika Serikat. Wallpaper ini memanfaatkan generator listrik kecil yang disebut moist-electric generators (MEGs) yang dapat mengubah uap air di udara menjadi arus listrik.Dalam penjelasan lebih lanjut, Profesor Seokheun “Sean” Choi dari Departemen Teknik Elektro dan Komputer di Thomas J. Watson College of Engineering and Applied Science menyatakan bahwa kita sering menghabiskan banyak energi untuk sistem pemanasan, ventilasi, dan pendinginan (HVAC) yang bertujuan untuk menghilangkan kelembapan dari udara. Dengan menggunakan wallpaper ini, kita dapat mengontrol tingkat kelembapan sekaligus menghasilkan listrik. Teknologi ini tidak hanya efisien, tetapi juga mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan energi dalam rumah tangga.Sistem penghasil listrik ini mengandalkan uap air dari udara. Saat uap air terperangkap, ion-ion dalam bahan wallpaper akan terpisah, menciptakan gradien konsentrasi yang menghasilkan tegangan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun banyak teknologi sebelumnya berfokus pada pengumpulan kelembapan dari luar ruangan yang seringkali tidak dapat diprediksi, wallpaper ini menawarkan solusi stabil karena mengikuti kondisi dalam ruangan yang umumnya lebih konsisten, yaitu dalam rentang 30 hingga 60 persen kelembapan.
Mengapa Wallpaper Ini Penting
Wallpaper ini bukan hanya sekadar inovasi baru, tetapi juga contoh penerapan teknologi yang dapat mengubah cara kita memanfaatkan sumber daya yang ada. Dengan memanfaatkan kelembapan yang seringkali dianggap tidak berguna, kita tidak hanya mengurangi ketergantungan pada sumber energi yang ada tetapi juga dapat menurunkan biaya listrik. Konsep ini memberikan potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan dan futuristik yang lebih berkelanjutan, terutama di negara-negara dengan iklim tropis seperti Indonesia.
Namun, terdapat tantangan dalam implementasi teknologi ini. Meskipun wallpaper ini dapat menghasilkan listrik dengan sendirinya, efisiensinya dalam memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga secara penuh masih menjadi bahan penelitian lebih lanjut. Hal ini penting untuk dipahami, karena meskipun wallpaper ini dapat membantu, kita tetap memerlukan sumber energi lain atau metode penyimpanan yang efisien untuk memenuhi tuntutan konsumsi energi yang lebih tinggi di dalam rumah.Inovasi seperti ini bisa menawarkan peluang baru bagi generasi muda di Indonesia, baik dalam hal pendidikan maupun karier. Misalnya, dapat munculnya lapangan kerja baru di bidang teknologi bersih dan energi terbarukan, serta dorongan bagi mahasiswa untuk berfokus pada studi teknik elektro dan inovasi material. Di samping itu, dengan lingkungan yang lebih bersih dan efisien, masa depan industri energi di Indonesia bisa menjadi lebih cerah dan berkelanjutan.Kesimpulannya, wallpaper pintar ini menciptakan alternatif baru yang menarik dalam pengelolaan energi di rumah. Tak hanya akan mengurangi zamannya ketergantungan pada listrik dari sumber yang tidak dapat diperbarui, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan kesadaran tentang keberlanjutan dan inovasi di kalangan generasi muda di Indonesia.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 30 Sep 2026, 21.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)