TLDR
Star Catcher Industries akan melakukan uji coba transmisi daya nirkabel menggunakan spacecraft Protostar pada tahun 2026. Demonstrasi ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa spacecraft dapat mentransfer daya optik tanpa koneksi fisik. Keberhasilan misi ini dapat mengarah pada pengembangan jaringan daya orbital yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan energi di luar angkasa. Pomodo.id - Star Catcher Industries bersiap untuk menguji teknologi transfer energi nirkabel menggunakan pesawat ruang angkasa Protostar pada bulan Oktober 2026. Uji coba ini akan dilakukan dengan meluncurkannya dari Vandenberg Space Force Base, Amerika Serikat, melalui misi Transporter-18 yang dilaksanakan oleh SpaceX. Tujuan dari misi ini adalah untuk mengirimkan energi optik antara dua pesawat ruang angkasa yang berbeda, yang merupakan langkah awal menuju pengiriman energi secara nirkabel di orbit dan menguji beberapa sistem dalam kondisi sebenarnya di luar angkasa.Pesawat Protostar dilengkapi dengan teknologi utama yang dibutuhkan oleh Star Catcher untuk membangun jaringan listrik orbitalnya. Pesawat ruang angkasa ini dapat mengumpulkan energi, mencari pesawat lain, serta menjaga saluran pelacakan. Selama misi tersebut, nantinya akan ada CubeSat yang diluncurkan, yang dilengkapi dengan panel surya komersial. Protostar akan mengarahkan sinar energinya ke panel-panel tersebut dan mengukur seberapa efektif energi tersebut dapat ditransfer. Data operasional yang diperoleh dari pengujian ini tidak dapat sepenuhnya direplikasi di darat, dan gerakan orbital memperkenalkan kompleksitas tambahan dalam proses akuisisi dan pelacakan.Michael Snyder, salah satu pendiri Star Catcher dan kepala teknologi perusahaan tersebut, menyatakan bahwa misi ini akan memberikan data operasional yang penting. Data tersebut akan menjadi pedoman bagi pengembangan jaringan listrik orbital yang tengah direncanakan oleh perusahaan. Dengan pengalaman sebelumnya melakukan pengujian komponen sistem, misi ini diharapkan dapat memberikan informasi berharga bagi pengembangan teknologi lebih lanjut di masa depan.
Star Catcher adalah perusahaan yang fokus pada pembangunan infrastruktur energi di luar angkasa. Didirikan oleh Andrew Rush, perusahaan ini berupaya untuk mengembangkan jaringan pengiriman listrik orbital, yang berarti mengalirkan energi dari satu titik ke titik lain di ruang angkasa. Hal ini bertujuan untuk memfasilitasi penyediaan energi bagi satelit dan misi luar angkasa lainnya. Salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa energi di luar angkasa tidak dapat ditransfer; dengan teknologi ini, Star Catcher ingin membuktikan bahwa transfer energi nirkabel adalah solusi yang mungkin untuk tantangan energi di luar angkasa.
Bagi para pemuda di Indonesia, inovasi ini berpotensi untuk membuka banyak peluang dalam karir di bidang teknologi antariksa dan energi terbarukan. Dengan semakin banyaknya investasi dalam teknologi luar angkasa dan penerapan teknologi nirkabel, mahasiswa dan lulusan baru dapat mempertimbangkan karir di perusahaan yang terlibat dalam pengembangan teknologi ini. Selain itu, pemahaman yang mendalam tentang teknologi energi terbarukan penting dalam mengatasi tantangan global terkait perubahan iklim dan keberlanjutan.Pengembangan ini menunjukkan bahwa masa depan energi dan teknologi di luar angkasa semakin dekat, dan pencapaian ini dapat memberi inspirasi bagi Indonesia untuk mengejar kemajuan di bidang industri luar angkasa. Jika inovasi di bidang ini dapat tersukseskan, perlahan-lahan kita mungkin akan melihat penerapan energi yang lebih efisien dalam berbagai aplikasi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi mendatang.