TLDR
Pengujian sedang dilakukan untuk memasukkan teknologi superkonduktor ke dalam produksi massal. REBCO sebagai superkonduktor suhu tinggi dapat mendukung reaktor fusi untuk menghasilkan energi bersih. Teknologi ini memiliki potensi untuk aplikasi di berbagai bidang material maju di luar energi nuklir. Pomodo.id - Inovasi di bidang laser dan produksi semikonduktor kini menjadi sorotan di Jepang, di mana sebuah percobaan di pabrik telah diluncurkan untuk mengatasi salah satu hambatan terbesar dalam energi bersih dari fusi. Tujuan utama percobaan ini adalah untuk memproduksi kawat superkonduktor generasi berikutnya dalam skala massal dan dengan biaya yang lebih efisien. Gigaphoton, perusahaan yang mengkhususkan diri dalam pembuatan laser presisi tinggi yang digunakan untuk produksu mikrochip, mengirimkan laser eksimer industri mereka, L300KZ, ke sebuah pabrik pembuatan kawat di Jepang. Percobaan ini bertujuan untuk menilai apakah kawat berkinerja tinggi dapat diproduksi dengan cepat dan murah.Penggunaan reaktor fusi bertujuan untuk menghasilkan energi bersih dengan meniru proses yang terjadi di matahari. Dalam reaktor ini, plasma yang dipanaskan harus dijaga agar tidak menyentuh dinding wadah dengan cara ditempatkan dalam "sangkar magnet" yang ketat. Magnet ini bergantung pada superkonduktor barium tembaga oksida langka yang dikenal dengan nama REBCO. Sebagai superkonduktor "suhu tinggi", REBCO kehilangan semua hambatan listrik pada suhu kriogenik yang lebih praktis dibandingkan bahan tradisional. Hal ini memungkinkan arus listrik besar mengalir melalui koil kecil tanpa membuang energi sebagai panas. Namun, saat ini, memproduksi kawat REBCO tetap lambat dan mahal.Teknik pembuatan kawat ini melibatkan proses deposisi laser pulsasi tinggi yang digunakan di pabrik semikonduktor, di mana material dibangun lapis demi lapis dengan menggunakan cahaya laser ultraviolet berenergi tinggi. Proses ini dilakukan di dalam ruang hampa udara, di mana pulsa laser membakar target material hingga menguap menjadi partikula halus. Pendekatan ini, yang mengadaptasi teknik produksi dari sektor semikonduktor, akan memungkinkan efisiensi dan akurasi lebih dalam pembuatan kawat yang dibutuhkan untuk proyek fusi.
REBCO, atau barium tembaga oksida langka, adalah material superkonduktor yang berfungsi pada suhu kriogenik, menjadikannya pilihan utama untuk penggunaan di magnet kuat dalam reaktor fusi. Kelebihan utama REBCO adalah kemampuannya untuk menghantarkan arus listrik besar tanpa kehilangan energi. Meski banyak dikenal karena kemampuannya, banyak yang keliru mengira semua superkonduktor harus beroperasi pada suhu sangat rendah, padahal REBCO dapat berfungsi dengan baik pada suhu yang lebih tinggi dibandingkan superkonduktor tradisional.
Inovasi dalam produksi kawat superkonduktor ini memiliki implikasi besar bagi Indonesia. Sebagai negara yang terus mengejar pengembangan teknologi bersih dan energi terbarukan, langkah ini bisa membuka peluang baru di sektor energi bersih. Untuk generasi muda, hal ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di bidang teknik dan teknologi, terutama dalam industri yang terus berkembang seperti energi terbarukan dan digitalisasi industri.Peningkatan dalam produksi kawat REBCO tidak hanya menjanjikan untuk efisiensi produksi energi bersih, tetapi juga memungkinkan masuknya teknologi baru yang lebih hemat biaya dan berdampak lingkungan. Dengan meningkatnya adopsi teknologi bersih, Indonesia dapat mengambil langkah penting menuju masa depan yang lebih sustainable dan efisien dalam penggunaan energi, serta mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.