TLDR
F-35B dan Ferrari SF90 akan berlomba untuk menguji akselerasi masing-masing di lintasan pendek. Ferrari diperkirakan memiliki keunggulan awal dalam akselerasi, sementara F-35B memiliki daya dorong yang lebih besar saat kecepatan meningkat. Acara ini meneruskan tradisi perlombaan antara mobil balap dan pesawat tempur, menunjukkan perbedaan dalam teknologi dan performa. Pomodo.id - Perlombaan unik antara jet tempur F-35B dan mobil super hybrid Ferrari SF90 akan berlangsung di landasan pacu pangkalan udara Angkatan Laut Italia di Grottaglie, Italia. Event ini dijadwalkan pada 11 Oktober dan mengincar untuk memperlihatkan kemampuan masing-masing mesin dalam jarak pendek. F-35B merupakan salah satu jet tempur tercanggih yang memiliki kemampuan lepas landas dan pendaratan vertikal, sementara Ferrari SF90 dikenal sebagai mobil super yang memiliki performa luar biasa.Lomba ini akan melibatkan dua kendaraan berakselerasi dari posisi diam dengan jarak tempuh 500 meter. F-35B, yang didorong oleh mesin turbofan Pratt & Whitney F135, diperkirakan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai akselerasi, tetapi mungkin akan mengejar ketinggalan saat tenaga mesin semakin besar. Di sisi lain, Ferrari SF90 yang dikemudikan oleh Fabio Barone, yang telah memegang tujuh rekor kecepatan, diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 2,6 detik, dibandingkan dari 0 hingga 100 km/jam dalam 2,8 detik seperti biasanya. Dengan kecepatan maksimum diperkirakan bisa mencapai sekitar 330 km/jam, Barone memprediksi waktu tempuh lomba sekitar delapan hingga sembilan detik, dengan gaya akselerasi mencapai 2,2g.Meskipun kedua kendaraan merupakan mesin yang luar biasa, mereka memiliki tujuan dan fungsi yang sangat berbeda. F-35B dirancang untuk misi militer yang kompleks dan beragam, termasuk serangan darat dan pertahanan udara, sedangkan Ferrari SF90 adalah kendaraan jalan umum yang dirancang untuk kecepatan dan performa tinggi dalam lingkungan balapan. Hal ini mengilustrasikan perbedaan mendasar antara teknologi militer dan otomotif.
F-35B adalah jet tempur generasi kelima yang memiliki kemampuan lepas landas dan pendaratan vertikal. Ini memungkinkan jet tersebut beroperasi di tempat-tempat terbatas tanpa perlu landasan pacu yang panjang. Direktur program F-35 di Angkatan Udara Finlandia baru-baru ini menyatakan bahwa pencapaian dalam merakit mesin F135 adalah langkah penting dalam memperkuat pertahanan nasional. Pesawat ini tidak hanya menjadi elemen kunci dalam strategi militer, tetapi juga mengedepankan inovasi dalam teknologi aviasi.
Bagi pembaca muda di Indonesia, peristiwa ini menunjukkan kemajuan teknologi dan inovasi yang mempengaruhi sektor pertahanan dan otomotif global. Melihat kemampuan kedua mesin tersebut dapat memicu ketertarikan terhadap karir di bidang teknik, desain, dan pengembangan teknologi. Dengan perkembangan industri pertahanan dan kendaraan bermotor yang terus berlanjut, peluang karir di bidang teknik aeronautika dan otomotif semakin terbuka, memberikan kemungkinan untuk menjadi bagian dari inovasi yang terjadi baik di tingkat domestik maupun global.Meski tidak langsung berhubungan dengan kehidupan sehari-hari warga Indonesia, acara seperti ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi teknologi dan inovasi di luar negeri dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Penting bagi mereka untuk memahami bahwa keterampilan dalam teknologi tinggi akan menjadi aset berharga saat ini dan di masa depan, baik dalam konteks lokal maupun internasional. Dalam dunia yang semakin terhubung, pengetahuan tentang perkembangan teknologi seperti ini dapat membantu menciptakan kesadaran dan motivasi untuk meningkatkan keterampilan yang relevan.