TLDR
L3Harris Technologies telah mendapatkan kontrak sebesar $139 juta untuk memasok sistem Low-Profile Mast untuk kapal selam Virginia dan Columbia-class. Sistem Low-Profile Mast menawarkan pandangan 360 derajat dengan menggunakan kamera tinggi-definisi dan meningkatkan kemampuan stealth kapal selam. L3Harris juga melakukan kesepakatan multi-tahun untuk memproduksi komponen misil, termasuk untuk misil Tomahawk, yang mendukung rantai pasokan Angkatan Laut. Pomodo.id - L3Harris Technologies baru saja mengamankan kontrak lanjutan senilai $139 juta dari Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) untuk menyediakan sistem tiang rendah (Low-Profile Mast) untuk kapal selam kelas Virginia dan Columbia. Kontrak ini merupakan bagian dari program modernisasi bawah air Angkatan Laut yang bertujuan memperkuat kapabilitas stealth (siluman) kapal selam nuklir. Sistem tiang rendah yang akan digunakan menggantikan periskop tradisional dengan peralatan sensor teleskop yang mampu memberikan pandangan lebih luas kepada awak kapal selam, sambil tetap memenuhi persyaratan stealth yang krusial bagi kapal selam nuklir.Sistem tiang rendah ini dilengkapi dengan kamera berkualitas tinggi yang dapat menangkap gambar dengan resolusi tinggi, baik dalam spektrum terlihat maupun inframerah. Dengan kemampuan pengamatan 360 derajat, awak kapal selam dapat mengumpulkan informasi optik dari permukaan air tanpa bergantung pada periskop konvensional. L3Harris akan terus berperan sebagai kontraktor utama dan agen desain untuk sistem-sistem ini, memastikan bahwa inovasi yang dilakukan akan memberikan keunggulan operasional dalam misi-misi bawah air yang kompleks dan menantang. Nino DiCosmo, presiden divisi Maritim, Ruang Angkasa & Sistem Misi di L3Harris, menggambarkan bahwa pencapaian ini merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan kesadaran situasional dan stealth kapal selam AS.
L3Harris Technologies adalah perusahaan teknologi asal Amerika yang memfokuskan diri pada pengembangan solusi komunikasi dan sistem elektronik, terutama untuk sektor pertahanan dan aerospace. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu kontraktor pertahanan terbesar dan terkemuka, yang berperan dalam pengembangan berbagai teknologi canggih termasuk sistem misil dan kapal selam. Kemitraannya dengan Angkatan Laut AS dalam menyediakan sistem tiang rendah adalah contoh nyata dari komitmennya dalam memenuhi kebutuhan keamanan nasional.
Namun, penggunaan teknologi baru ini juga membawa tantangan, terutama terkait dengan biaya dan kebutuhan pelatihan guna memastikan akurasi penggunaan sistem tiang rendah tersebut. Meskipun pertama kali diluncurkan dalam konteks kapal selam AS, adapun potensi penerapan teknologi serupa dalam sistem pertahanan di negara lain, termasuk Indonesia. Peluang untuk menerapkan inovasi ini di markas angkatan bersenjata di masa depan, meski dapat menghadapi banyak pertimbangan.Pengembangan ini pastinya akan berpengaruh pada sektor industri pertahanan di Indonesia dan potensi karir bagi para muda-mudi di bidang teknologi dan pertahanan. Dengan adanya kesempatan untuk berpartisipasi dalam industri yang tengah berkembang, para lulusan dari perguruan tinggi teknik dan ilmu komputer dapat melihat peluang untuk menguasai keahlian dalam teknologi pengawasan dan sensor. Selain itu, mereka yang memilih untuk berkarir di sektor pertahanan atau teknologi informasi dapat terlatih dengan kompetensi yang relevan.Kenaikan alokasi anggaran untuk teknologi pertahanan di negara lain menunjukkan besarnya perhatian terhadap keamanan nasional, sebuah bidang yang juga penting bagi Indonesia mengingat posisi geografisnya yang strategis di Asia Tenggara. Hal ini membuka peluang bagi Indonesia untuk bekerja sama dalam pengembangan teknologi pertahanan dan mendapatkan akses terhadap teknologi canggih yang dapat menguatkan kemampuan pertahanan nasional.