TLDR
Jejak kaki T. rex yang ditemukan adalah set pertama yang mungkin ditinggalkan oleh individu dewasa. Kecepatan T. rex diperkirakan sekitar 1,6 meter per detik, mirip dengan kecepatan berjalan cepat manusia. Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang perilaku dan gerakan T. rex dibandingkan dengan jejak kaki individu lainnya. Pomodo.id - Jejak kaki pertama T. rex dewasa yang ditemukan di North Dakota memberikan wawasan baru tentang cara predator purba ini berjalan. Jejak yang terdiri dari empat cetakan ini menunjukkan pola gerakan dinosaur terbesar yang pernah hidup di Bumi. Dengan panjang jalur jejak mencapai 7 meter, penelitian memperkirakan bahwa T. rex bergerak dengan kecepatan sekitar 1,6 meter per detik, setara dengan kecepatan berjalan cepat manusia. Hal ini memberikan bukti bahwa T. rex, meskipun ukurannya yang besar, bisa bergerak dengan cukup gesit.Penemuan ini berawal dari seorang guru SMA, Kent H. Hups, yang menemukan jejak tersebut saat melakukan pencarian fosil di Hell Creek Formation, sebuah lokasi yang kaya akan jejak dan fosil dinosaurus. Dengan hati-hati mengamati jejak yang menonjol dari tanah, Hups mengenali bentuk khas tiga jari yang besar, yang berarti ia sedang berhadapan dengan jejak kaki T. rex. Menurut Tyler Lyson, seorang kurator paleontologi di Denver Museum of Nature & Science, keberadaan cetakan jejak seperti ini sangat berharga. Berbeda dengan jejak tunggal yang sering ditemukan sebelumnya, pola jejak berkelanjutan dapat memberikan informasi lebih lengkap tentang bagaimana T. rex bergerak dan beradaptasi.Penemuan ini, di satu sisi, mengonfirmasi bahwa paham kita terkait perilaku T. rex makin berkembang. Di sisi lain, jejak yang ditemukan menegaskan bahwa meskipun banyak jejak lainnya berasal dari T. rex muda atau spesies dinosaurus lain, jejak dewasa ini adalah hal yang langka dan penting untuk dipelajari. Penelitian lebih lanjut dapat membantu mengungkap bagaimana T. rex berfungsi di ekosistem purba. Namun, tantangan tetap ada. Jejak seperti ini sangat jarang ditemukan, dan masing-masing penemuan baru menambah kompleksitas untuk memahami pola hidup dan perilaku T. rex.
Hell Creek Formation adalah formasi geologis yang terletak di Amerika Serikat, khususnya di daerah North Dakota. Ini adalah situs yang terkenal karena keberadaan fosil-fosil dinosaurus, termasuk yang dari periode Cretaceous akhir. Menariknya, banyak penemuan fosil yang membantu memahami kehidupan purba berasal dari sini. Hell Creek Formation menjadi salah satu area penelitian utama di bidang paleontologi, di mana banyak penemuan dari cetakan jejak membantu kita memahami lebih jauh tentang perilaku dan lingkungan dinosaurus.
Bagi para pemuda Indonesia, penemuan ini membuka jalan untuk memahami lebih jauh tentang pekerjaan di bidang sains dan teknologi. Pekerjaan di bidang paleontologi dan penelitian fosil dapat menjadi karir yang menarik, mendorong mereka untuk mengembangkan keterampilan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Generasi muda memiliki peluang untuk terlibat dalam penelitian dan inovasi yang melibatkan pencarian dan analisis data, yang sangat dibutuhkan di berbagai sektor saat ini.Dengan terus berkembangnya pemahaman akan kehidupan dan lingkungan purba, potensi untuk industri terkait, seperti pariwisata pendidikan dan penelitian, juga meningkat. Ini berpotensi memberikan kontribusi terhadap ekonomi Indonesia, terutama dalam menarik minat lebih besar terhadap pendidikan sains dan teknologi. Meskipun penemuan di luar negeri seperti Hell Creek Formation mungkin tampak jauh, hasil penelitian ini dapat mempengaruhi cara kita melihat evolusi dan sejarah kehidupan di planet ini, menciptakan kesadaran yang lebih besar tentang pentingnya pelestarian serta penelitian ilmiah.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 23 Sep 2026, 20.07 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)