TLDR
Saildrone mendapatkan kontrak senilai $10 juta dari US Navy untuk memetakan dasar laut Atlantik. Pemetaan dasar laut menggunakan teknologi kapal tak berawak dapat meningkatkan keamanan dan efektivitas operasi militer. Hanya 28.7 persen dari lautan dunia yang telah dipetakan dengan standar modern, sehingga masih banyak area yang memerlukan survei. Pomodo.id - US Navy baru-baru ini menandatangani kontrak senilai $10 juta dengan perusahaan asal California, Saildrone, untuk melakukan pemetaan bagian dasar Laut Atlantik menggunakan kapal tanpa awak. Proyek ini diinisiasi oleh Biro Oseanografi Angkatan Laut AS dan diperkirakan akan dimulai pada tahun 2026 dan berlangsung hingga sebagian besar tahun 2027. Kapal Surface Unmanned Vessel (USV) dari Saildrone akan mengumpulkan data bathymetrik berkualitas tinggi di perairan internasional untuk mendukung berbagai misi penting, termasuk pemetaan jalur navigasi, misi penyelamatan, dan perlindungan infrastruktur kritis.Sistem pemetaan ini penting karena bathymetri mengukur kedalaman dan bentuk fisik dasar laut, yang dapat mengungkapkan keberadaan pegunungan bawah laut, jurang, dan canyon yang dapat mempengaruhi operasi angkatan laut. Saat ini, baru 28,7 persen dari lautan dunia yang telah dipetakan dengan standar modern. Banyak area di dasar laut yang diketahui hanya melalui estimasi resolusi rendah yang tidak cukup akurat untuk menangkap bahaya atau fitur medan yang signifikan. Kekurangan informasi ini dapat menimbulkan risiko operasional bagi kapal selam dan kapal permukaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Pemetaan bathymetrik adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang kedalaman dan bentuk dasar laut. Data ini sangat penting untuk navigasi yang aman dan juga memainkan peran kunci dalam operasi militer, khususnya dalam konteks kapal selam dan peperangan anti-kapal selam. Pemahaman yang lebih baik tentang kondisi bawah air membantu angkatan laut menghindari bahaya tersembunyi dan merencanakan rute yang efektif.
Penggunaan teknologi kapal tanpa awak dalam pemetaan menunjukkan kemajuan signifikan dalam strategi militer AS, tetapi ada batasan yang perlu diperhatikan. Meskipun pemetaan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keamanan operasi angkatan laut, hanya segelintir negara yang memiliki kemampuan serupa. Pemetaan global masih jauh dari sempurna, dan banyak negara masih bergantung pada data yang tidak cukup baik. Daya saing dan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi ini masih perlu ditingkatkan agar dapat memanfaatkan potensi strategis yang ada di lautan.Bagi para pemuda Indonesia, perkembangan ini membuka peluang dalam sektor teknologi dan penelitian. Pemetaan laut bukan hanya penting bagi keamanan nasional, tetapi juga menawarkan potensi bisnis infrastruktur dan teknologi. Dengan berkembangnya sektor teknologi, para lulusan bidang teknik, oseanografi, atau lingkungan dapat menemukan peluang karir untuk terlibat langsung dalam proyek-proyek semacam ini.Melihat tren global dalam teknologi angkatan laut, Indonesia dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan investasi dalam sistem pemetaan canggih serta teknologi kapal tanpa awak, yang mencerminkan kebutuhan untuk menjaga kelangsungan keberadaan sumber daya dan keamanan jalur perairan. Menyadari pentingnya pemetaan dunia bawah air untuk masa depan, generasi mendatang di Indonesia perlu mengembangkan keterampilan yang relevan, seperti analisis data dan teknologi maritim, untuk memastikan mereka siap menghadapi tantangan di dunia yang semakin kompetitif.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 18 Sep 2026, 21.08 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)