TLDR
Pengembangan teknologi kontrol osilasi lebar oleh Sungrow dapat meningkatkan stabilitas jaringan energi terbarukan. Uji coba di Qinghai menunjukkan potensi untuk mengurangi gangguan dan meningkatkan daya hantar energi dari pembangkit listrik. Sungrow berencana untuk melanjutkan inovasi dalam teknologi kontrol untuk mendukung transisi energi yang aman dan stabil. Pomodo.id - Sungrow, sebuah perusahaan energi terbarukan yang berbasis di Hefei, Tiongkok, berhasil melakukan uji lapangan pertama di dunia untuk menangani osilasi wideband di pembangkit listrik yang menggabungkan energi surya dan penyimpanan berkapasitas 500 megawatt (MW). Uji ini berlangsung pada bulan September 2026 di sebuah pembangkit yang terletak di provinsi Qinghai. Osilasi wideband, yang merupakan fluktuasi listrik yang cepat, berpotensi mengganggu sistem tenaga terbarukan dan dapat menyebabkan peralatan generator terputus dari jaringan. Dengan teknologi baru ini, Sungrow ingin memastikan bahwa energi terbarukan dapat menjadi sumber daya yang lebih stabil dan dapat diandalkan.Dalam ujian tersebut, insinyur menciptakan kondisi jaringan yang lemah dan menggunakan inverter fotovoltaik (PV) dari Sungrow. Mereka mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang menyebabkan osilasi, termasuk keluaran daya pembangkit, rasio hubung singkat (short-circuit ratio atau SCR), serta parameter kontrol inverter. Melalui penyesuaian parameter ini, mereka berhasil mereproduksi osilasi di kondisi nyata, yang sebelumnya sulit dilakukan. Pan Nian’an, insinyur utama dari Sungrow, menekankan pentingnya mengembangkan kemampuan penyembuhan diri otonom dan dukungan jaringan agar energi terbarukan dapat berfungsi dengan baik dalam sistem kelistrikan.
Osilasi wideband adalah fenomena fluktuasi listrik yang terjadi secara cepat dan dapat mengganggu stabilitas sistem tenaga. Ketidakpastian dari osilasi ini membuatnya sulit untuk dianggarkan dalam operasional pembangkit listrik. Mengatasi osilasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa pembangkit listrik terbarukan, seperti pembangkit tenaga surya, dapat beroperasi dengan aman dan efisien, memberikan pasokan listrik yang stabil untuk masyarakat.
Meskipun berhasil mengatasi tantangan ini, ada keterbatasan. Pengujian dilakukan dalam kondisi yang telah dikendalikan, dan keberhasilan ini belum tentu merefleksikan semua kondisi operasional yang bervariasi di tempat lain. Oleh karena itu, meski teknologi ini menunjukkan potensi besar, implementasi nyata di lapangan masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keandalannya pada skala yang lebih luas.Perkembangan ini memiliki implikasi penting bagi generasi muda di Indonesia. Sebagai negara yang berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan, inovasi seperti ini dapat membuka peluang kerja di sektor energi terbarukan. Dengan adanya lebih banyak perusahaan yang berinvestasi dalam teknologi yang meningkatkan stabilitas energi, akan ada permintaan yang lebih besar untuk keterampilan dalam rekayasa listrik, manajemen proyek energi, dan teknologi informasi. Selain itu, dengan teknologi yang lebih baik dalam penyimpanan dan pengelolaan energi, biaya listrik di masa depan bisa jadi lebih terjangkau, memberikan penghematan bagi konsumen dan pelaku usaha.Indonesia, sebagai bagian dari pasar global, harus memperhatikan perkembangan seperti uji lapangan ini. Jika inovasi ini dapat diterapkan di Indonesia, hal ini bisa berkontribusi pada pengurangan ketergantungan pada sumber energi fosil yang lebih mahal dan mendukung tujuan keberlanjutan nasional. Masyarakat dan mahasiswa yang tertarik pada pengembangan teknologi energi baru dan berkelanjutan akan dapat menjadikan tren ini sebagai bagian dari karier dan penelitian mereka di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 17 Sep 2026, 23.12 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)