TLDR
Instinct dan Muse telah meluncurkan fitur panggilan baru untuk bersaing dalam pasar asisten AI. Instinct menarik perhatian investor dengan valuasi yang melonjak dan penggalangan dana besar-besaran. Aplikasi Muse mendapatkan unduhan yang signifikan setelah peluncurannya, mengalahkan aplikasi Meta AI. Pomodo.id - Dalam pasar yang semakin kompetitif, asisten AI berbasis teks seperti Instinct dan Muse dari Meta berusaha merebut perhatian dan tugas dari pengguna. Instinct, sebuah startup yang didirikan di San Francisco, kini menjadi salah satu yang paling diminati dan baru-baru ini menarik perhatian besar dari para investor dengan valuasi yang dilaporkan mencapai USD 10 miliar. Salah satu fitur terbarunya, yang dikenal sebagai Instinct Concierge, memungkinkan asisten ini untuk melakukan panggilan telepon, memesan restoran tanpa reservasi online, atau bahkan membantu pengguna mendaftar di daftar tunggu dokter gigi. Fitur ini kini sedang diperkenalkan kepada pengguna dalam akses awal, dengan rencana untuk meluncurkannya untuk semua pengguna.Sementara itu, Muse dari Meta juga mengikuti jejak Instinct, baru saja meluncurkan kemampuannya untuk melakukan panggilan telepon kepada bisnis di Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan bahwa kedua asisten AI tersebut sedang bergerak cepat untuk meningkatkan kapabilitas mereka. Kesuksesan Muse saat ini terlihat di pasar AS, di mana aplikasi ini telah diunduh lebih dari 83.000 kali di iOS dan menempati posisi kedua dalam grafik aplikasi teratas. Meskipun demikian, Muse masih jauh di belakang aplikasi lain seperti ChatGPT, yang berhasil mendapatkan lebih dari setengah juta unduhan dalam waktu kurang dari seminggu setelah peluncurannya.Meskipun kedua asisten AI ini menawarkan fitur yang mirip, perbedaan dalam adopsi pasar menjadi perhatian tersendiri. Muse kemungkinan baru akan mencapai popularitas yang lebih besar dalam waktu yang lebih lama, dibandingkan dengan ChatGPT, yang menikmati pertumbuhan yang lebih cepat. Hal ini menyiratkan bahwa pasar untuk asisten AI ini masih berkembang dan dapat mengalami perubahan seiring dengan adopsi fitur baru dan peningkatan kapabilitas.Kedua produk ini juga semakin menekankan pentingnya inovasi dalam kecerdasan buatan, yang bisa mendorong perkembangan lebih lanjut dalam industri teknologi, termasuk di Indonesia. Bagi generasi muda di negara ini, perkembangan ini dapat membuka peluang dalam karier teknologi, terutama bagi mereka yang tertarik pada pengembangan perangkat lunak, rekayasa data, atau manajemen AI. Dengan sektor AI yang diproyeksikan dapat meningkatkan kontribusi ekonomi, membuka peluang kerja dan meningkatkan keterampilan dalam bidang digital juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Instinct adalah asisten AI yang dirancang untuk membantu pengguna melakukan berbagai tugas sehari-hari dengan kemampuan seperti melakukan panggilan dan mengatur jadwal. Keberadaannya menandakan bahwa asisten digital kini tidak hanya mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat bertindak sebagai asisten pribadi yang lebih aktif dalam hidup sehari-hari.
Dengan fitur baru yang diintroduksi oleh Instinct dan Muse, generasi muda di Indonesia berpotensi mendapatkan alat yang dapat meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan atau studi mereka. Pemahaman terhadap penggunaan teknologi ini akan sangat berharga, terutama dalam dunia kerja yang semakin digital. Ketika perusahaan-perusahaan seperti Instinct dan Meta berinvestasi besar dalam teknologi ini, anak muda perlu bersiap-siap untuk memanfaatkan dan mengembangkan keterampilan mereka di bidang yang semakin berkembang ini.