TLDR
Perangkat prostesis yang dikembangkan menggunakan energi gerakan pemakainya untuk merangsang otot. Inovasi ini dapat membantu meningkatkan mobilitas bagi penyintas stroke dan individu dengan gangguan mobilitas lainnya. Perangkat ini tidak memerlukan baterai dan beroperasi secara otomatis saat berjalan. Pomodo.id - Prostesis yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Tiongkok daratan dan Hong Kong menggunakan aliran listrik untuk membantu melenturkan pergelangan kaki pengguna saat berjalan. Dalam penelitiannya, mereka berhasil menciptakan perangkat yang sangat ringan dan tidak memerlukan baterai, yang berpotensi besar dalam membantu meningkatkan mobilitas bagi individu yang kesulitan berjalan, seperti penyintas stroke. Protesis neural ini memanfaatkan energi yang dihasilkan dari gerakan pengguna sendiri untuk secara elektrik merangsang otot-otot mereka, sehingga membantu memperbaiki pola berjalan mereka yang alami dan mencegah jatuh, terutama bagi penyintas stroke, orang tua, dan lainnya yang mengalami gangguan mobilitas.Peneliti menjelaskan bahwa perangkat ini tidak bergantung pada sensor eksternal atau kontrol bertenaga baterai. Sebaliknya, ia beroperasi secara otomatis selama berjalan berkat proses pengambilan energi mekanis dan pengiriman stimulasi. Temuan ini dipublikasikan di jurnal peer-review Nature Communications pada tanggal 2 September. Dari hasil penelitian, perangkat ini bisa meningkatkan penglihatan seseorang terhadap kapasitas tubuhnya dalam bergerak, memberi harapan baru bagi banyak individu yang sebelumnya tidak memiliki pilihan pengobatan yang efektif.Namun, di tengah kemajuan ini, ada faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan. Sementara prostesis neural ini menawarkan solusi inovatif, penggunaannya di lapangan mungkin akan terhambat oleh biaya produksi yang terkait dan ketersediaan perangkat di seluruh dunia. Di dalam konteks Indonesia, meskipun ada banyak potensi bagi inovasi teknologi di bidang medis, infrastruktur dan aksesibilitas tetap menjadi tantangan besar. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa cepat teknologi ini bisa diakses oleh masyarakat umum, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia yang mungkin belum memiliki pengalaman luas dalam penerapan teknologi baru di bidang medis.
Protesis neural adalah perangkat yang menghubungkan sistem saraf dengan perangkat eksternal untuk membantu individu dengan gangguan bergerak, seperti penyintas stroke, agar bisa bergerak lebih baik. Ini adalah inovasi penting karena bisa meningkatkan kualitas hidup banyak orang. Banyak yang berpikir bahwa semua protesis menggunakan baterai atau sumber daya eksternal, tetapi protesis neural ini mengandalkan energi yang dihasilkan oleh gerakan pengguna, membuatnya lebih efisien dan praktis.
Pengembangan teknologi ini menunjukkan arah yang menarik untuk masa depan industri kesehatan di Indonesia. Banyak individu muda, termasuk mahasiswa atau fresh graduate di bidang teknik elektro atau biomedis, bisa melihat peluang karier baru muncul seiring dengan berkembangnya inovasi seperti ini. Kesempatan untuk terlibat langsung dalam penelitian atau pengembangan produk berbasis teknologi ini akan semakin terbuka. Keberhasilan tim peneliti ini dapat menginspirasi generasi muda di Indonesia untuk berinvestasi dalam pendidikan dan keterampilan yang relevan di bidang teknologi kesehatan dan robotika.Dengan kemajuan yang terlihat di sektor kesehatan global, terdapat harapan bahwa Indonesia juga akan bisa segera memanfaatkan inovasi seperti prostesis neural ini, baik dalam hal riset maupun penerapan. Jika berhasil, potensi pasar untuk produk kesehatan yang sama dapat mencapai nilai yang jauh lebih tinggi, mengingat demografi Indonesia yang besar. Sebagai contoh, dengan biaya produksi yang mungkin mencapai ribuan dolar, diharapkan pemerintah atau investor lokal bisa mengambil peran aktif dalam menghadirkan teknologi ini ke masyarakat luas.Dengan demikian, prostesis neural ini tidak hanya membantu individu dengan kesulitan bergerak, terutama penyintas stroke, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi dan karier yang baru bagi generasi muda di Indonesia dalam bidang teknologi kesehatan.