TLDR
Singapura dan Cina memimpin dunia dalam kinerja pendidikan pada 2025. Hasil rata-rata OECD mencapai titik terendah yang baru. Penilaian mencakup modul pemecahan masalah komputasi untuk era AI. Pomodo.id - Singapura dan Cina menunjukkan hasil luar biasa dalam survei pendidikan global terbaru. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), siswa berusia 15 tahun dari Singapura dan Cina berhasil meraih skor tertinggi dalam Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) 2025, yang mencakup 760.000 siswa dari 91 negara dan ekonomi. Dalam laporan OECD yang dirilis, Singapura unggul dalam keterampilan membaca dengan skor 535, sementara siswa dari Cina mengikuti dengan 527. Dalam bidang matematika dan sains, Singapura juga mencatatkan hasil yang signifikan dengan skor 563 dan 560, di mana Cina meraih skor tertinggi di dunia dengan 612 untuk matematika dan 597 untuk sains.Meskipun Singapura memimpin dalam keterampilan membaca dan mencatat hasil matriks yang kuat di bidang matematika dan sains, ada beberapa kekhawatiran terkait dengan pencapaian rata-rata di negara-negara OECD yang mencapai titik terendah. Hal ini mengindikasikan bahwa, sementara siswa di Singapura dan Cina mencapai prestasi tinggi, ada tantangan serius bagi banyak negara lain yang belum mampu beradaptasi dengan tuntutan pendidikan di era digital. Ketidakseimbangan ini berpotensi mengakibatkan kesenjangan pendidikan yang semakin luas di tingkat global, di mana negara-negara dengan sistem pendidikan yang lebih lemah bisa tertinggal.Perkembangan ini penting bagi pemuda Indonesia yang sedang membangun karir dan masa depan mereka. Dengan adanya peningkatan yang jelas pada kualitas pendidikan di Singapura dan Cina, individu yang ingin bersaing dalam dunia kerja global harus meningkatkan keterampilan dan pemahaman mereka terhadap matematika, sains, dan literasi digital. Keahlian ini semakin dicari oleh perusahaan yang beroperasi di era modern yang mengandalkan teknologi dan inovasi. Hal ini menciptakan peluang besar, terutama di sektor teknologi informasi dan pendidikan yang terus berkembang di Indonesia, di mana penguasaan keterampilan ini dapat berarti membuka pintu untuk lebih banyak pekerjaan yang lebih menguntungkan.
Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) adalah survei global yang dilakukan setiap tiga tahun untuk menilai keterampilan siswa berusia 15 tahun di beberapa bidang, termasuk membaca, matematika, dan sains. Penilaian ini penting karena tidak hanya mencerminkan kemampuan akademis, tetapi juga mempengaruhi kebijakan pendidikan di negara-negara peserta. Meski biasa dianggap sebagai alat evaluasi, PISA sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum dan investasi dalam pendidikan, baik di negara maju maupun sedang berkembang.
Dalam konteks Indonesia, hasil survei ini menyoroti pentingnya reformasi pendidikan untuk menghadapi tantangan di pasar tenaga kerja global. Sebagai contoh, jika kita melihat pada investasi pendidikan, sektor teknologi informasi di Indonesia terus berkembang dan menawarkan banyak peluang karir yang menguntungkan. Oleh karena itu, menyesuaikan diri dengan standar global dalam pendidikan adalah langkah penting untuk memastikan bahwa generasi muda Indonesia tidak tertinggal dan dapat bersaing secara efektif di pasar kerja yang semakin kompetitif.