TLDR
Kapasitas baterai mobil listrik dapat bervariasi secara signifikan antar kendaraan meskipun memiliki model dan jarak tempuh yang sama. Analisis menunjukkan bahwa beberapa model mobil listrik, seperti Mercedes EQA dan Hyundai IONIQ 5, memiliki degradasi baterai yang lebih baik dibandingkan yang lain. Faktor seperti kimia baterai, perilaku pengisian, dan suhu dapat mempengaruhi degradasi baterai, menjadikan pemeriksaan kesehatan baterai spesifik pada setiap mobil sangat penting. Pomodo.id - Dalam sebuah studi terbaru yang melibatkan lebih dari 500.000 pengujian baterai mobil listrik (EV), terungkap bahwa tidak semua model EV mampu mempertahankan kesehatan baterai yang sama seiring bertambahnya jarak tempuh. Studi yang dilakukan oleh perusahaan diagnostik baterai asal Austria, AVILOO, menganalisis 20 model EV populer berdasarkan pengukuran kesehatan baterai di dunia nyata dari tahun 2022 hingga 2026. Data ini diambil dari database global AVILOO yang mencatat lebih dari satu juta pengujian independen di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Asia.Dari hasil penelitian, model Mercedes-Benz EQA muncul sebagai pemenang setelah menempuh jarak 150.000 km, dengan keadaan kesehatan baterai (State of Health/SoH) rata-rata mencapai 94%. Hyundai IONIQ 5 dan BMW i4 mengikuti di belakang, dengan SoH masing-masing 93.8% dan 93.6%. Menariknya, Hyundai IONIQ 5 juga memiliki SoH awal yang tinggi, mencapai sekitar 97% pada jarak 50.000 km, sebelum sedikit menurun menjadi 92.8% pada 150.000 km. Ini menunjukkan bahwa meskipun semua EV mengalami penurunan kesehatan baterai seiring waktu, beberapa model mempertahankan kapasitas mereka dengan lebih baik dibandingkan yang lain.Namun, penting untuk dicatat bahwa ada perbedaan signifikan dalam kesehatan baterai antara model yang sama. Sebagaimana diungkapkan oleh CEO AVILOO, Marcus Berger, selisih dalam keadaan kesehatan baterai hingga 10% atau 15% antara dua mobil dari model yang sama bisa berdampak besar pada daya jangkau dan nilai mobil tersebut. Ini menekankan pentingnya melakukan pengujian independen untuk mengetahui kondisi aktual dari baterai kendaraan.
Baterai bertenaga adalah istilah yang merujuk pada kapasitas dan kondisi keseluruhan baterai yang ada dalam mobil listrik. Kesehatan baterai ini diukur dalam persentase, yang mencerminkan seberapa banyak kapasitas asli baterai yang masih dapat digunakan. Misalnya, baterai dengan SoH 90% berarti masih dapat menggunakan 90% dari kapasitas aslinya. Pahami bahwa tidak semua EV berperforma sama, sehingga melakukan pengujian dapat membantu konsumen dalam memilih kendaraan yang tepat sesuai kebutuhan mereka.
Bagi pembaca muda di Indonesia, hasil studi ini bisa berimplikasi pada keputusan dalam memilih mobil listrik, terutama mengingat tren meningkatnya adopsi EV di dalam negeri. Dengan semakin banyaknya model EV yang tersedia dan informasi tentang kesehatan baterai yang lebih transparan, calon pembeli dapat membuat pilihan yang lebih cerdas. Di era di mana lingkungan dan efisiensi energi menjadi perhatian utama, memiliki kendaraan listrik yang tahan lama tidak hanya akan menghemat biaya perawatan dan penggantian baterai tetapi juga berkontribusi pada tujuan berkelanjutan di Indonesia.Secara keseluruhan, pembeli mobili listrik muda harus menyadari pentingnya kesehatan baterai dan melakukan pemeriksaan independen sebelum membeli kendaraan. Mengingat evolusi pasar EV di negara seperti China dan Eropa, di mana EV sudah mulai merajai penjualan mobil baru, Indonesia perlu beradaptasi dengan perubahan ini untuk memastikan bahwa setiap pembelian mencerminkan investasi yang berharga untuk jangka panjang.