TLDR
China berhasil melakukan komunikasi laser dua arah antara Bumi dan bulan, menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat yang melakukannya. Kecepatan data yang dicapai oleh China jauh lebih rendah dibandingkan dengan percobaan NASA yang dilakukan lebih dari satu dekade lalu. Para ahli masih mencari tahu penyebab perbedaan kecepatan data antara eksperimen China dan AS. Pomodo.id - China telah berhasil melakukan komunikasi laser dua arah antara Bumi dan Bulan, menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat yang mencapai prestasi ini. Proyek yang dipimpin oleh Akademi Ilmu Pengetahuan China ini mencatat kecepatan unduh (downlink) mencapai 100 megabit per detik dan kecepatan unggah (uplink) sebesar 1,25 megabit per detik. Namun, data ini masih jauh di belakang kecepatan yang dicapai NASA dalam demonstrasi komunikasi laser Lunar pada tahun 2013, yang mencapai 622 megabit per detik untuk unduh dan 20 megabit per detik untuk unggah.Selama lebih dari setahun, para peneliti di Pusat Teknologi dan Rekayasa Utilisasi Luar Angkasa (CSU) menguji sistem komunikasi laser ini yang diperlukan untuk respon cepat dalam pengiriman data ilmiah dan pengamatan jarak jauh. Komunikasi antara Bumi dan Bulan ini sangat penting, terutama dengan rencana mengirimkan manusia kembali ke Bulan dan mendirikan pangkalan tetap. Dalam pengujian ini, penyelarasan tepat sinar laser menjadi tantangan tersendiri, terutama mengingat jarak 400.000 kilometer yang tergantung pada stabilitas sistem pelacakan real-time untuk memastikan laser tepat sasaran.Meskipun ini merupakan pencapaian yang signifikan bagi China, para ahli ruang angkasa menyatakan bahwa kecepatan yang dicapai masih belum mencapai batas yang dapat diraih oleh NASA. Jonathan McDowell, seorang sejarawan ruang angkasa yang berbasis di London, menegaskan bahwa ada kesenjangan yang belum tentu dipahami dalam performa antara kedua eksperimen tersebut. Kelemahan dalam hal kecepatan ini bisa jadi merujuk pada teknologi yang masih dalam tahap pengembangan di China, yang mungkin perlu penyempurnaan lebih lanjut.
Apa itu Komunikasi Laser?
Komunikasi laser adalah metode pengiriman data menggunakan cahaya untuk mencapai kecepatan transmisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sinyal radio konvensional. Dalam konteks eksplorasi luar angkasa, laser menunjukkan potensi yang luar biasa untuk menangani permintaan data yang semakin tinggi, seperti pengiriman gambar berkualitas tinggi dan pengukuran ilmiah yang besar, yang tidak bisa dilayani oleh frekuensi radio biasa. Pahami bahwa meski mampu menawarkan kecepatan tinggi, implementasi teknologi ini masih memerlukan sistem yang lebih canggih dan tepat.
Bagi kaum muda Indonesia, kemajuan dalam komunikasi laser antara Bumi dan Bulan ini membuka banyak peluang baru. Dengan semakin banyaknya investasi dan fokus pada teknologi luar angkasa, ada kebutuhan untuk tenaga kerja terampil di bidang teknik aeronautika, teknologi informasi, serta komunikasi dan pengolahan data. Karier-keluar yang berhubungan dengan teknologi ini dapat menjadi pilihan menarik bagi lulusan baru yang ingin terlibat dalam eksplorasi luar angkasa.Inisiatif ini juga menandakan bahwa Indonesia perlu bersiap untuk berkontribusi dalam sektor luar angkasa dan penyediaan teknologi canggih. Sebagai negara yang mulai meningkatkan perhatian pada teknologi ruang angkasa, adanya perkembangan seperti ini di China bisa menjadi dorongan bagi Indonesia untuk memperkuat kemampuan dan menjajaki kerjasama dalam proyek luar angkasa, sambil belajar dari kemajuan yang dilakukan oleh negara lain.