TLDR
Instagram mengubah label profil yang dihasilkan AI untuk meningkatkan transparansi bagi pengguna. Pengguna yang tidak mencantumkan label AI pada profil mereka dapat mengalami pengurangan jangkauan. Meta baru saja menyelesaikan kesepakatan senilai $18 miliar terkait dampak media sosial pada anak-anak dan remaja. Pomodo.id - Instagram telah mengumumkan perubahan penting mengenai cara platform ini memberi label pada profil yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Perubahan ini termasuk mengganti label yang sebelumnya dikenal sebagai “AI creator” menjadi “AI-generated profile.” Tujuannya adalah untuk mempermudah pemahaman pengguna bahwa individu yang ditampilkan dalam profil tersebut bisa jadi merupakan hasil generasi atau kreasi AI. Melalui kebijakan baru ini, Instagram juga menyatakan bahwa akun yang tidak memberikan label yang tepat pada profil yang dihasilkan AI akan mengalami pembatasan jangkauan. Ini berarti tayangan dari akun tersebut tidak akan direkomendasikan kepada pengguna yang tidak mengikuti mereka di Reels dan Explore. Namun, profil yang menggunakan label baru ini tidak akan dikenai penalti hanya karena menampilkan subjek yang dihasilkan oleh AI.Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keluhan dari pengguna yang merasa tidak nyaman ketika menjumpai profil yang tampak manusiawi, namun sebenarnya merupakan produk AI. Dengan perkembangan generasi AI yang semakin pesat, banyak pengguna ingin tahu ketika sebuah profil memuat individu yang bukan manusia, dan mereka tidak menyukai fakta bahwa mereka baru mengetahuinya belakangan. Sebagai hasilnya, Instagram berencana untuk mencari akun yang tidak melakukan pelabelan tersebut dan membatasi jangkauan konten mereka agar lebih transparan bagi pengguna lainnya.Karena kebijakan baru ini, penting untuk dicatat bahwa tidak semua penggunaan AI memerlukan pelabelan. Instagram menyatakan bahwa pengguna yang menggunakan AI untuk mengedit foto, memperbaiki keterangan, menciptakan grafik, atau melakukan modifikasi kreatif lainnya tidak perlu menggunakan label profil yang dihasilkan AI. Ini menunjukkan bahwa hanya profil yang sepenuhnya diciptakan atau didominasi oleh AI yang akan diharuskan untuk melakukan pelabelan.
Apa itu Profil yang Dihasilkan AI?
Profil yang dihasilkan AI adalah akun di platform media sosial yang menampilkan individu yang secara keseluruhan dihasilkan atau disusun oleh kecerdasan buatan dan bukan oleh manusia. Ini penting karena saat ini, lebih banyak pengguna media sosial berinteraksi dengan konten yang tidak selalu jelas asal-usulnya. Terdapat pandangan bahwa konten yang dihasilkan AI bisa menipu, dan tanpa adanya pelabelan yang tepat, pengguna mungkin tidak menyadari bahwa mereka berinteraksi dengan konten yang tidak otentik.Perkembangan ini akan memiliki implikasi signifikan bagi pengguna muda di Indonesia, terutama di kalangan mahasiswa, lulusan baru, dan profesional muda. Dengan kebijakan Instagram yang lebih ketat ini, pengguna harus lebih berhati-hati dalam memilih dan mengelola cara mereka berinteraksi dengan konten di platform. Akibatnya, hal ini dapat berpengaruh pada strategi pemasaran dan engagement di media sosial, yang merupakan hal krusial di dunia digital saat ini. Jadi, bagi para penggiat media sosial dan pemasar, penting untuk menyesuaikan dengan kebijakan baru ini agar tetap relevan.Kebijakan ini juga mencerminkan tren yang lebih luas dalam dunia digital, di mana transparansi dalam penggunaan teknologi sangatlah penting. Pengguna muda di Indonesia, yang tengah mempelajari lebih lanjut tentang media sosial dan teknologi, harus peka terhadap perubahan regulasi semacam ini, karena bisa menjadi bagian dari profesi mereka di masa depan, baik sebagai influencer maupun dalam karier lain yang bergantung pada media digital.