TLDR
Penelitian menunjukkan bahwa populasi berpenghasilan rendah lebih rentan terhadap risiko tanah longsor di Appalachia. Pemetaan tanah longsor dapat membantu meningkatkan keamanan publik dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Ada perlawanan terhadap pemetaan risiko tanah longsor karena kekhawatiran tentang penurunan nilai properti. Pomodo.id - Ketimpangan sosial di Appalachia, Amerika Serikat, semakin memperburuk risiko longsor yang dapat mengancam nyawa dan infrastruktur, seperti rumah, jalan, dan tempat kerja. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk yang tinggal di daerah rawan longsor adalah mereka yang tidak mampu untuk pindah ke tempat yang lebih aman atau melindungi diri dari risiko tersebut. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada 29 Juli di jurnal Earth’s Future, diperoleh data bahwa setidaknya 6,5 juta orang di Amerika tinggal di lokasi dengan risiko longsor yang tinggi; angka ini mungkin lebih tinggi jika memasukkan masyarakat dengan risiko menengah.Studi tersebut menganalisis kerentanan terhadap longsor, yang mengatur lokasi dengan risiko tinggi hingga rendah, dan mencocokkannya dengan data mengenai kondisi sosial ekonomi penduduk. Ini mengungkapkan bahwa banyak komunitas miskin yang terletak di daerah-daerah rentan terhadap bencana alam. Sementara itu, geolog di U.S. Geological Survey, Ben Mirus, menyatakan bahwa pemetaan yang baik tentang lokasi longsor dapat membantu memahami dampak dan mengapa lokasi tersebut penting, memberikan dasar bagi mitigasi risiko.Namun, tantangan tersebut tidak selalu dihadapi dengan upaya perbaikan. Seringkali, masyarakat tidak memiliki sumber daya untuk mengatasi risiko yang mereka hadapi. Para penduduk di kawasan Appalachia cenderung tinggal di tempat-tempat yang sulit dijangkau oleh layanan darurat, membuat mereka lebih rentan terhadap dampak dari bencana. Meskipun ada upaya dari pemerintah dan organisasi non-pemerintah untuk memitigasi dampak longsor, tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi di daerah itu membuat perubahan sulit diterapkan dengan cepat.
Kerentanan Sosial terhadap Longsor
Kerentanan sosial terhadap longsor merujuk kepada tingginya risiko yang dihadapi oleh kelompok-kelompok masyarakat tertentu, terutama mereka yang hidup dalam kemiskinan. Mereka biasanya tinggal di daerah yang sangat terpengaruh oleh geologi dan tidak memiliki cukup sumber daya untuk melakukan relokasi atau perbaikan infrastruktur. Ini penting karena memahami kerentanan ini membantu dalam merancang solusi dan kebijakan yang lebih baik untuk melindungi masyarakat yang paling membutuhkan.
Situasi di Appalachia menunjukkan bagaimana ketimpangan sosial dapat membentuk risiko bencana di negara lain, termasuk Indonesia. Ketika dampak perubahan iklim dan bencana alam mulai dirasakan di seluruh dunia, penting untuk menyadari bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan untuk melindungi diri dari risiko tersebut. Hal ini bisa memicu pemikiran lebih dalam bagi generasi muda Indonesia, terutama yang tertarik dalam pekerjaan di bidang lingkungan, perencanaan kota, atau teknologi mitigasi bencana. Keterampilan dalam manajemen risiko dan mitigasi bencana dapat menjadi alat penting dalam memastikan komunitas mereka tetap aman.Perkembangan ini menunjukkan bahwa meningkatkan kesadaran akan risiko longsor dan ketimpangan sosial dapat menghasilkan pembelajaran berharga untuk mitigasi bencana di seluruh dunia. Bagi pembaca muda, itu juga membuka peluang untuk berkarir dalam sektor-sektor yang berfokus pada pemecahan masalah sosial dan pembangunan berkelanjutan.