TLDR
Keamanan harus menjadi prinsip desain utama dalam modernisasi EHR, bukan hanya langkah kepatuhan. Serangan siber menjadi penyebab utama pelanggaran data dalam sektor kesehatan, dengan hacking meningkat secara signifikan. Biaya pelanggaran data di sektor kesehatan terus meningkat, menjadikannya yang termahal dibandingkan industri lain. Pomodo.id - Keamanan dalam sistem rekam medis elektronik (EHR) sering kali menjadi aspek yang terabaikan di tengah upaya modernisasi. Saat sistem kesehatan mempertimbangkan inovasi seperti interoperabilitas yang lebih baik dan pengurangan beban kerja untuk tenaga medis, keamanan biasanya dipandang sebagai langkah kepatuhan yang lebih rendah dalam daftar prioritas, bukan sebagai prinsip desain utama. Hal ini memiliki konsekuensi serius ketika pelanggaran data terjadi, yang saat ini sangat umum di sektor kesehatan.Data menunjukkan bahwa sektor kesehatan telah menjadi industri paling mahal terkait pelanggaran data selama 14 tahun berturut-turut, dengan biaya rata-rata per insiden mencapai sekitar $7,42 juta (sekitar 120 miliar Rupiah) dan memerlukan rata-rata 279 hari untuk teridentifikasi dan diatasi. Penanganan yang lambat ini merupakan masalah yang akbar, mengingat bahwa biaya dan waktu ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata di industri lain. Tahun 2024 tercatat sebagai tahun terburuk bagi sektor ini, dengan 725 pelanggaran besar yang dilaporkan dan melibatkan hampir 289 juta orang.Namun, pendekatan yang menekankan pada fitur-fitur dan kemudian memperbaiki keamanan sebagai langkah tambahan menunjukkan bahwa banyak organisasi belum sepenuhnya menyadari pentingnya membangun mereka dengan keamanan di garis depan. Hal ini terlihat dari berulangnya penyebaran informasi sensitif, di mana pelanggaran yang terjadi sering kali dimulai dari seseorang yang tidak дimaliti karena kelalaian dalam menjaga kredensial atau akses yang tidak aman.
Pelanggaran Data di Sektor Kesehatan
Pelanggaran data di sektor kesehatan adalah insiden di mana informasi medis yang sensitif diakses secara tidak sah, umumnya karena serangan siber yang terjadi secara terencana. Ini membawa dampak langsung kepada individu dan organisasi, memicu ketidakpercayaan serta risiko finansial yang besar. Pendidikan dan pemahaman yang lebih dalam tentang keamanan digital di kalangan profesional kesehatan sangat penting untuk mencegah pelanggaran semacam ini di masa depan.
Bagi para pemuda Indonesia, keadaan ini memperjelas bahwa industri kesehatan di negara kita semakin memerlukan profesional yang tidak hanya terampil dalam teknologi kesehatan, tetapi juga memahami keamanan siber. Keterampilan ini akan menjadi nilai tambah yang signifikan di pasar kerja, terutama mengingat perubahan digitalisasi dan pergeseran ke penggunaan rekam medis elektronik. Dengan pertumbuhan sektor kesehatan yang terus berlanjut, peluang karier di bidang keamanan data dan teknologi informasi kesehatan akan semakin menjanjikan.Ke depan, penting bagi individu muda untuk terampil dalam pengelolaan data dan fokus pada implementasi sistem yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman. Meskipun saat ini tidak ada langkah cepat untuk mengatasi semua masalah keamanan yang ada, kesadaran dan tindakan proaktif dapat membantu menciptakan ekosistem yang lebih aman untuk kesehatan di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya serangan siber, masa depan menuntut generasi baru profesional yang siap menghadapi tantangan ini, berkontribusi dalam menciptakan sistem kesehatan yang andal dan aman.