TLDR
Cina memperluas kampanye lokalisasi pesawat dengan mengembangkan alternatif untuk produk Barat. Material domestik sedang diuji dalam pesawat C919 dan mesin CJ-1000. Sertifikasi untuk C919 oleh EASA masih dalam proses dan akan memerlukan analisis lebih lanjut. Pomodo.id - China sedang memperluas upaya lokalisasi komponen pesawat dengan fokus tidak hanya pada mesin, tetapi juga pada pengembangan alternatif untuk sealant, karet, cat, baut, dan bahan pembersih yang sebelumnya diimpor dari negara-negara Barat. Zhang Xiaoyan, seorang insinyur kepala di Aero Engine Corporation of China, mengemukakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi risiko gangguan pasokan dan ketegangan geopolitik, meskipun penggantian produk yang sudah mapan dari Barat diharapkan memakan waktu bertahun-tahun. Dalam uji coba, beberapa bahan yang diproduksi domestik sudah diterapkan pada pesawat C919, yang masuk layanan komersial pada Mei 2023, dan telah mengirimkan 42 unit pesawat tersebut kepada pelanggan domestik hingga Juli.Dalam strategi ini, komponen lokal diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada produk asing sambil mendukung perkembangan industri penerbangan di China yang saat ini berusaha menantang duopoli Boeing dan Airbus. Contoh nyata dari upaya ini adalah penggunaan sealant HM1176, yang dirancang untuk memberikan perlindungan struktural dan tahan terhadap korosi, sudah diterapkan pada seri mesin CJ-1000 yang dikembangkan oleh AECC. Sejak 2025, sealant ini digunakan di C919 dan di proyek mesin domestik lainnya.Meskipun langkah ini menunjukkan kemajuan, terdapat tantangan yang signifikan dalam menjadikan komponen lokal sebagai standar industri penerbangan. Mantan sumber industri ahli menyebutkan bahwa mengurangi ketergantungan terhadap pemasok Barat tetap menjadi tantangan jangka panjang yang tidak diragukan akan mengalami banyak hambatan. Meskipun ada lonjakan dalam penerapan komponen lokal, masih dibutuhkan waktu bagi China untuk sepenuhnya menggantikan produk asal Barat dengan produk yang diproduksi secara lokal.
C919 adalah pesawat jet berbadan sempit yang dikembangkan oleh Commercial Aircraft Corporation of China (Comac). Pesawat ini dirancang untuk bersaing dengan model pesawat lain dari produsen seperti Boeing dan Airbus. Pesawat ini sangat penting bagi ambisi penerbangan China untuk menciptakan alternatif yang dapat memperkuat kekuatan industri penerbangan domestik. C919 telah memasuki layanan komersial, dan saat ini, pesawat tersebut menjadi simbol dari upaya China dalam menghasilkan produk penerbangan yang mandiri.
Kembangkan upaya lokalisasi ini yang menunjukkan komitmen China untuk menciptakan ketahanan dalam industri penerbangan, meskipun tantangan tetap ada. Bagi pemuda Indonesia, perkembangan dalam lokalisasi seperti ini mencerminkan potensi menjadi lebih mandiri dalam bidang teknologi dan produsen lokal. Jika suatu saat Indonesia berusaha melakukan hal yang sama dalam industri penerbangannya, hal ini bisa berkontribusi terhadap peningkatan lapangan kerja lokal dan penghematan dari penggunaan komponen domestik.Seiring waktu, inisiatif seperti ini juga dapat membuka peluang bisnis dan kolaborasi di sektor teknologi baik di dalam negara maupun di luar negeri. Ini mungkin menciptakan lebih banyak karir di bidang rekayasa dan pengembangan produk yang terampil, yang menjadi semakin penting dalam dunia yang sangat bergantung pada inovasi teknologi dan solusi berkelanjutan. Oleh karena itu, kewirausahaan di bidang teknologi dan pemahaman yang kuat tentang pasar domestik mungkin menjadi sangat berharga bagi generasi muda di Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan industri masa depan.