TLDR
Radiant telah mengamankan sumber bahan bakar jangka panjang untuk reaktor mikro Kaleidos. Uji coba penuh Kaleidos sedang berlangsung di Idaho National Laboratory untuk mengidentifikasi tantangan rekayasa. Radiant memiliki kesepakatan dengan pelanggan potensial, termasuk Equinix dan Departemen Angkatan Udara, untuk penerapan teknologi ini. Pomodo.id - Radiant, perusahaan yang fokus pada teknologi nuklir, telah mengamankan pasokan jangka panjang bahan bakar untuk mikroreaktor Kaleidos-nya. Hal ini menghilangkan potensi hambatan pasokan yang sering menjadi tantangan bagi para pengembang reaktor tingkat lanjut. Mereka telah menjalin perjanjian dengan Standard Nuclear untuk memproduksi bahan bakar TRISO, yang akan digunakan dalam rencana pengembangan Kaleidos hingga awal tahun 2030-an. Pengaturan ini memberikan Radiant pengendalian yang lebih baik atas rantai pasokan bahan bakarnya sambil mempersiapkan sistem untuk pengujian dan produksi penuh.Mikroreaktor Kaleidos, yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 1 megawatt, dirancang untuk transportasi ke lokasi pelanggan. Setiap unit dapat beroperasi hingga lima tahun sebelum membutuhkan pengisian ulang. Tori Shivanandan, Presiden dan COO Radiant, menekankan bahwa mengamankan rantai pasokan bahan bakar ini merupakan langkah penting menuju skala penyebaran yang lebih besar, memberikan mereka keunggulan strategis di pasar. TRISO adalah teknologi yang telah diadopsi oleh para pengembang reaktor maju karena kemampuannya untuk menahan bahan radioaktif pada setiap partikel bahan bakar.Saat ini, mikroreaktor Kaleidos sedang dalam perjalanan dari El Segundo, California, menuju Idaho National Laboratory, tempat di mana reaktor ini akan diuji dalam rangkaian uji coba yang terdiri dari lima fase. Pengujian akan mencakup pengujian daya secara penuh serta operasi berkelanjutan selama 150 jam tanpa bantuan operator. Proses ini dirancang untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam aplikasi lisensi dari Komisi Regulasi Nuklir AS (NRC). Radiant menargetkan penyelesaian kampanye pengujian ini pada kuartal ketiga tahun 2026.
Mikroreaktor adalah jenis reaktor nuklir kecil yang dirancang untuk efisiensi dan keselamatan dalam menghasilkan energi. Mikroreaktor memiliki ukuran yang lebih kecil dan dapat dipindahkan dan digunakan di lokasi terpencil, memberikan solusi energi yang dapat diandalkan. Dengan pendekatan ini, mikroreaktor menawarkan alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi di berbagai situasi, seperti dalam keadaan darurat atau di daerah yang tidak terjangkau jaringan listrik. Sering kali, muncul kesalahpahaman bahwa mikroreaktor sama dengan reaktor nuklir konvensional; padahal, mikroreaktor menggunakan teknologi yang lebih canggih untuk mengoptimalkan operasional dan mengurangi risiko.
Pengembangan pasokan bahan bakar ini sangat signifikan, karena secara langsung berdampak pada kemampuan Radiant untuk memenuhi permintaan pasar energi yang terus meningkat di masa depan. Untuk generasi muda di Indonesia, perkembangan ini membuka potensi di sektor energi terbarukan dan teknologi nuklir. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan solusi energi bersih dan berkelanjutan, peluang karir di bidang energi nuklir dan teknologi terkait diperkirakan akan bertambah, seiring dengan pengembangan infrastruktur nuklir di berbagai negara termasuk Amerika Serikat.Sekalipun Indonesia belum sepenuhnya berinvestasi dalam teknologi nuklir, pembelajaran dari inisiatif seperti yang dilakukan oleh Radiant bisa memberikan wawasan tentang bagaimana negara-negara lain mengelola masalah pasokan energi dan tantangan terkait lingkungan. Konsekuensi dari perkembangan ini mungkin tidak langsung terlihat, namun untuk generasi muda, peningkatan fokus pada teknologi energi terbarukan dan pengembangan keterampilan di bidang ini akan sangat diperhatikan dalam beberapa tahun ke depan, khususnya di tengah upaya untuk meningkatkan sumber daya energi di Indonesia.