TLDR
Perangkat baru dapat menghasilkan sinyal mikrowave pada suhu ruangan tanpa kebutuhan pendinginan yang mahal. Metode baru ini menggunakan magnons untuk memisahkan sinyal, meningkatkan keamanan komunikasi. Penemuan ini memiliki potensi besar untuk aplikasi dalam komunikasi aman, pemrosesan sinyal, dan pengembangan simulator kuantum. Pomodo.id - Perangkat hybrid dan skala baru yang dikembangkan oleh peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dapat memicu generasi berikutnya dari radar dan sensor yang menggunakan teknologi kuantum, yang beroperasi pada suhu ruangan. Dengan perangkat ini, ruang lingkup pemrosesan sinyal yang maju dan komunikasi yang aman dapat diwujudkan tanpa memerlukan peralatan pendingin besar dan mahal, yang biasanya terkait dengan teknologi kuantum. Sistem radar yang modern mampu mendeteksi sinyal yang sangat lemah, dan partikel microwave, yang merupakan partikel dasar dalam sistem ini, menjadi kunci kesuksesannya. Peneliti menggunakan perangkat yang disebut junction Josephson untuk membagi satu photon microwave menjadi dua photon yang berkorelasi, satu digunakan untuk mengodekan sinyal dan yang lainnya untuk mendekodekannya.Junction Josephson adalah bagian dari sirkuit superkonduktor yang juga digunakan dalam jaringan komunikasi yang aman. Namun, untuk beroperasi, sirkuit superkonduktor ini memerlukan suhu yang sangat rendah, yaitu di bawah -273 derajat Celsius. Hal ini hanya dapat dilakukan menggunakan mesin kriogen, yang memerlukan banyak energi, besar, dan mahal. Tim penelitian yang dipimpin oleh Luqiao Liu, seorang profesor di Departemen Teknik Elektro dan Ilmu Komputer di MIT, menyadari bahwa sinyal microwave yang berkorelasi tidak perlu dibangkitkan menggunakan sirkuit superkonduktor yang didinginkan secara kriogenik, tetapi dapat dicapai dengan menggunakan magnet.
Junction Josephson adalah komponen kunci dalam sirkuit superkonduktor yang memungkinkan pemisahan partikel photon microwave menjadi dua photon berkorelasi. Hal ini penting karena photon yang terbagi ini dapat digunakan untuk memproses sinyal dengan efisien, memicu kemajuan dalam teknologi radar dan komunikasi yang aman. Sering kali di anggap rumit dan hanya dapat bekerja di suhu ekstrem, banyak orang beranggapan bahwa teknologi kuantum terbatas pada laboratorium. Karya dari tim MIT ini menunjukkan bahwa penggunaan magnet dapat membuat berbagai aplikasi lebih praktis dan tersedia untuk industri di masa depan.
Keberhasilan metode baru ini membawa implikasi signifikan untuk generasi muda Indonesia, yang sedang memasuki pasar kerja dan terpenuhi oleh tantangan teknologi modern. Dengan kemajuan seperti ini, peluang karir dalam teknologi kuantum bisa meningkat, membuka jalan untuk pengembangan karir di bidang teknik elektro dan ilmu komputer, yang semakin dicari. Misalnya, keahlian dalam teknologi radar dan sistem komunikasi yang lebih efisien dan aman bisa menjadi aset berharga bagi perusahaan-perusahaan teknologi di dalam dan luar negeri.Inovasi ini juga membawa harapan dalam konteks keamanan nasional Indonesia, terutama dengan perangkat yang dapat mendukung komunikasi yang aman, sangat penting dalam era digital saat ini. Melalui penelitian dan implementasi teknologi baru, Indonesia dapat meningkatkan infrastrukturnya dan meningkatkan keberlanjutan teknologi informasi, yang dapat membantu mengurangi kesenjangan digital diantara berbagai daerah.Akhirnya, kelebihan dari perangkat ini tidak hanya berimbas pada efisiensi biaya dan waktu, tetapi juga pada lingkungan, dengan mengurangi kebutuhan energi yang besar dari sistem pendingin. Jika sistem radar ini dapat diadopsi secara luas, itu bisa menciptakan peluang untuk inovasi yang lebih besar dalam pendidikan dan teknologi di Indonesia, memperkuat perekonomian dan menyiapkan generasi masa depan untuk beradaptasi dengan cepatnya perkembangan teknologi.