TLDR
Fasilitas pelacak baru ini memungkinkan pengujian sistem countermeasures pesawat dengan kecepatan tinggi. Pengujian berbasis darat dapat mengurangi biaya dan waktu pengembangan serta meningkatkan keselamatan awak pesawat. Indiana memperkuat perannya dalam sektor teknologi pertahanan melalui kemitraan ini. Pomodo.id - U.S. Navy telah membuka fasilitas sled track pertama di negara itu yang dirancang untuk menguji alat kontra-pesawat dengan kecepatan yang mencapai Mach 1. Fasilitas ini dikembangkan oleh Naval Surface Warfare Center Crane bekerja sama dengan Indiana National Guard di Camp Atterbury. Infrastruktur ini diperkenalkan pada tanggal 12 Agustus dan bertujuan untuk membantu insinyur mengevaluasi sistem alat kontra-pesawat yang akan digunakan di udara sebelum melanjutkan ke pengujian penerbangan yang lebih mahal. Dengan pendekatan ini, NSWC Crane berharap dapat memperpendek siklus pengembangan dan menghemat sekitar $1,7 juta setiap tahun.Sled track ini memiliki panjang 578 kaki dengan celah 402 kaki, dilapisi grafit yang dirancang untuk pengujian kecepatan tinggi yang menuntut. NSWC Crane telah memvalidasi sistem ini pada kecepatan hingga Mach 1, dan peralatan pemantauan canggih merekam kinerja alat kontra-pesawat inframerah selama setiap percobaan. Hal ini penting karena alat kontra-pesawat harus berfungsi dalam kondisi fisik yang ekstrem. Pengujian di darat memberikan lingkungan yang terkendali di mana insinyur dapat mengulang percobaan dan dengan cepat memeriksa hasilnya.Dr. Angela Lewis, direktur teknis NSWC Crane, mengatakan fasilitas ini akan memungkinkan iterasi rekayasa yang lebih cepat sebelum sistem diuji pada pesawat. Ini mengarah pada desain yang lebih efisien dan pengembangan teknologi yang lebih cepat, memberikan sistem yang lebih matang sebelum pengujian penerbangan. Namun, proses ini tidak sepenuhnya tanpa batasan. Meskipun sled track mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi, pengujian akhir tetap diperlukan di lingkungan nyata yang tidak dapat sepenuhnya direplikasi dalam pengujian darat. Ini berarti beberapa tahap evaluasi di udara akan tetap dibutuhkan, meskipun dengan lebih banyak data dari pengujian darat.Bagi generasi muda di Indonesia, perkembangan ini menunjukkan bahwa industri pertahanan AS berinvestasi dalam teknologi yang dapat mempercepat pengujian sistem baru. Ini juga memberikan wawasan tentang bagaimana alat militer modern dikembangkan dan diuji. Tunai yang dihemat dari pengujian terhadap evaluasi darat yang lebih awal bisa digunakan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di sektor teknologi dan rekayasa, suatu hal yang penting bagi pengusaha muda atau mahasiswa teknik yang ingin memulai karir di bidang ini.Khususnya, investasi di bidang teknologi pertahanan berpotensi membuka peluang karir baru bagi individu yang tertarik dengan sistem senjata dan teknologi tinggi. Dengan mengembangkan keterampilan di bidang teknik dan teknologi, generasi muda dapat berperan dalam inovasi yang dapat mendukung keamanan nasional di Indonesia atau negara lain. Selain itu, industri pertahanan di Kenya berkembang pesat, menunjukkan bahwa pemuda di Indonesia juga bisa mencari peluang di luar negeri dalam pengembangan teknologi.Bagi para pemuda yang baru lulus atau mempertimbangkan karir di bidang teknik, pergeseran ini dapat menjadi indikasi bahwa keterampilan di bidang teknik dan teknologi tinggi akan menjadi semakin dicari. Mengingat fakta bahwa sektor pertahanan global mengkomitmenkan miliaran dolar setiap tahun untuk penelitian dan pengembangan, ini adalah waktu yang tepat bagi lulusan baru untuk memasuki industri ini dengan keterampilan yang relevan.
Uji darat untuk sistem senjata memberikan jaminan bahwa sistem tersebut aman dan efektif sebelum digunakan di pertempuran. Ini mengurangi risiko dan biaya dalam pengembangan alat militer. Tanpa data ini, proses pengujian akan jauh lebih berisiko, mempengaruhi keamanan dan kecepatan inovasi dalam desain senjata baru.