TLDR
Lanterns menerima sambutan positif dari kritikus dan penonton, dengan skor tinggi di Rotten Tomatoes. Ada beberapa keluhan mengenai kematian Hal Jordan, tetapi banyak yang percaya ini adalah langkah yang strategis untuk cerita. Clayface akan menjadi tema berbeda yang menjelajahi horor setelah kesuksesan Lanterns. Pomodo.id - Lanterns, serial terbaru dari DC Universe (DCU), telah mencuri perhatian banyak orang dan mendapatkan pujian yang luar biasa setelah tayang perdana. Dalam beberapa hari terakhir, penonton dan kritikus telah menyaksikan bagaimana seri ini berhasil meraih skor 95% di Rotten Tomatoes setelah premiere-nya, menjadikannya salah satu serial live-action DCU dengan penilaian tertinggi. Hal ini menunjukkan harapan baru bagi DCU, yang saat ini tengah berusaha bangkit setelah kegagalan film Supergirl.Pujian terhadap Lanterns tidak hanya datang dari penonton, tetapi juga dari kalangan kritikus. Dengan skor 94% sebelum tayang, angka tersebut meningkat menjadi 95% dalam waktu enam jam setelah tayang. Kemenangan ini menunjukkan reaksi positif yang konsisten, di mana setiap ulasan baru yang masuk memberikan penilaian yang baik. Di platform IMDb, Lanterns juga mencatatkan skor 8.6/10, yang membuat posisi serial ini semakin kuat di tengah pesaingnya.Sementara itu, meskipun Lanterns berhasil meraih skor yang tinggi, ada beberapa keluhan mengenai jalan cerita yang diduga memperlakukan karakter Hal Jordan dengan kurang hormat, terutama dengan insiden yang memperlihatkan kematiannya di akhir episode pertama. Meskipun demikian, banyak penggemar yang percaya bahwa Hal Jordan—diperankan oleh Kyle Chandler—akan kembali muncul dalam berbagai konteks cerita sepanjang seri ini. Kritikus juga mengingatkan bahwa karakter-karakter dalam dunia komik sering kali kembali, menambah kedalaman terhadap perjalanan cerita yang sedang dibangun.
Lanterns adalah serial yang mengisahkan petualangan dua Green Lantern, Hal Jordan dan John Stewart, yang terinspirasi dari gaya narasi True Detective. Dengan menggabungkan elemen misteri dan petualangan, serial ini memberikan harapan baru bagi penggemar superhero di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Serial ini diharapkan dapat memperbaiki citra buruk yang ditinggal Supergirl, yang menjadi salah satu kegagalan finansial terbesar dalam genre superhero.Bagi pemirsa muda di Indonesia, keberhasilan Lanterns bukan hanya soal hiburan. Hal ini mencerminkan potensi industri hiburan yang terus berkembang, yang dapat membuka peluang karir di bidang kreatif seperti penulisan skenario, produksi film, dan peran di platform streaming. Selain itu, dengan meningkatnya kualitas konten lokal dan internasional, pemuda Indonesia dihadapkan pada lebih banyak pilihan dalam menilai dan memilih karier di industri kreatif yang semakin kompetitif.Meskipun ada kelemahan yang harus diperhatikan, pencapaian ini menunjukkan bahwa konsumen, termasuk di Indonesia, menginginkan karya yang berkualitas. Indikator ini membuat para kreator di industri film harus lebih fokus untuk menciptakan konten yang relevan dan berkualitas tinggi untuk memenuhi selera pasar yang berkembang. Sehingga, harapan dari Lanterns menjadi langkah penting dalam menata kembali posisi DCU di mata penonton dan industri, mendorong banyak orang untuk terlibat lebih dalam di dunia industri kreatif dan hiburan.