TLDR
Lanterns berhasil mencapai skor 95% di Rotten Tomatoes setelah premier, menjadikannya salah satu acara live-action DC dengan skor tertinggi. Meskipun skor penonton di Rotten Tomatoes sedikit lebih rendah, Lanterns memiliki peringkat 8.6 di IMDB, menunjukkan penerimaan yang baik dari audiens. Proyek ini menjadi penting bagi DCU setelah kegagalan Supergirl, dan menunjukkan potensi besar untuk masa depan waralaba. Pomodo.id - Serial terbaru dari DC Universe, Lanterns, baru-baru ini berhasil meraih skor tertinggi di antara serial-serial lainnya, setelah sebelumnya ada kegagalan besar dengan film Supergirl. Skor Rotten Tomatoes untuk Lanterns saat ini mencapai 95%, setelah sebelumnya dibuka dengan 90% dari para kritikus sebelum tayang. Skor ini setara dengan The Penguin, yang merupakan spin-off dari Batman dan merupakan salah satu serial live-action terpopuler.Lanterns, yang diambil dari karakter Green Lantern, telah dinilai sangat positif oleh banyak kritikus. Dengan 40 ulasan yang memberikan penilaian baik, serial ini menunjukkan harapan baru untuk DC Universe, yang sebelumnya goyah setelah keberhasilan komersial dan kritis Supergirl yang rendah. Penulis dan produser Damon Lindelof, yang dikenal dari proyek-proyek sukses seperti Watchmen, diharapkan dapat membawa arah yang lebih baik untuk serial ini. Setiap ulasan baru yang masuk pasca tayang juga terus positif, yang membuat skor naik secara signifikan dalam waktu singkat.Namun, meski Lanterns menunjukkan performa yang sangat baik, penonton memberikan skor yang sedikit lebih rendah, yakni 89%. Ini berbeda dibandingkan dengan The Penguin, yang menerima skor 85% dari penonton. Fenomena seperti ini menunjukkan bahwa meskipun kritik bisa sangat positif, selera penonton tetap bervariasi dan jarang dapat diprediksi. Skor IMDB untuk Lanterns saat ini adalah 8.6, yang memberikan indikasi popularitas yang kuat di kalangan penonton.
Lanterns adalah serial yang menampilkan karakter Hal Jordan dan John Stewart dari DC Comics. Dengan konsep yang terinspirasi oleh serial True Detective, serial ini menggabungkan elemen misteri dengan petualangan pahlawan super. Mengingat kegagalan film Supergirl, Lanterns menjadi ujian penting untuk menunjukkan bahwa DC Universe masih bisa menarik perhatian penonton dengan cerita yang berkualitas dan karakter yang kuat.
Perkembangan ini penting bagi pemuda Indonesia yang memiliki minat di industri film dan hiburan. Kegiatan produksi seperti ini berpotensi membuka lebih banyak kesempatan kerja dalam sektor kreatif. Dengan semakin banyaknya proyek yang dikembangkan dalam bentuk serial, ada potensi untuk generasi muda di Indonesia belajar keterampilan seperti penulisan naskah, produksi film, dan pengembangan konten digital. Jika serial ini sukses, dapat memberikan inspirasi dan peluang baru bagi sineas lokal untuk mengejar industri film dengan pendekatan yang berbeda, yang mencakup produksi dengan kualitas tinggi dan cerita yang menarik untuk audiens global.Lanterns, yang tayang perdana pada 20 Agustus 2026, memberikan harapan bagi penggemar DC Comics, tetapi juga memberikan pelajaran tentang pentingnya kualitas dan inovasi dalam produksi konten. Peningkatan skor dan antusiasme yang ada menunjukkan kebutuhan untuk membangun cerita-cerita yang relevan dan menarik bagi penonton, baik di Amerika Serikat maupun di pasar internasional. Keberhasilan proyek seperti ini diharapkan bisa berimbas positif bagi industri perfilman Indonesia dan juga memperkuat identitas lokal di panggung global.