TLDR
Produksi semen dapat dipadukan dengan teknologi penangkapan udara langsung untuk mengurangi emisi karbon. Sistem pengolahan kalsium loop memungkinkan penangkapan CO2 dari udara dan dapat menjadikan pabrik semen net-negatif. Efisiensi penangkapan CO2 sangat tergantung pada sumber energi yang digunakan, dengan potensi pengurangan dampak iklim hingga 96% pada 2050. Pomodo.id - Inovasi baru yang dikembangkan oleh para peneliti di ETH Zurich dapat mengubah pabrik semen dari salah satu sumber emisi karbon terbesar menjadi fasilitas yang mampu menghapus karbon dioksida dari atmosfer. Produksi semen merupakan bagian penting bagi peradaban modern, dengan penggunaannya yang luas dalam pembangunan jalan, jembatan, rumah, dan berbagai struktur lainnya. Namun, proses pembuatan semen memiliki biaya lingkungan yang cukup besar, di mana diperkirakan antara 5 hingga 8 persen dari total emisi karbon dioksida global berasal dari sektor ini. Kini, penelitian menunjukkan bahwa produksi semen bisa diintegrasikan dengan teknologi Penangkapan Udara Langsung (Direct Air Capture atau DAC) untuk tidak hanya mengurangi emisi dari proses mereka sendiri, tetapi juga menghilangkan CO₂ yang sudah ada di atmosfer.Menurut studi yang dipublikasikan dalam Chem Circularity, sistem yang berbasis pada proses calcium looping ini menggunakan bahan dasar yang sama, yaitu batu kapur, yang juga merupakan komponen utama dalam produksi semen. Proses produksi semen menghasilkan CO₂ dengan dua cara utama. Pertama, temperatur tinggi yang dibutuhkan dalam proses pembuatan semen biasanya diperoleh dari pembakaran bahan bakar fosil, yang menimbulkan emisi dari proses pembakaran itu sendiri. Kedua, batu kapur yang dipanaskan juga melepaskan CO₂ saat mengalami proses yang dikenal dengan nama kalsinasi, di mana batu kapur diubah menjadi quicklime dan CO₂.Meskipun pengintegrasian teknologi DAC ke dalam proses produksi semen menawarkan potensi besar untuk pengurangan emisi, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi. Implementasi teknologi baru ini membutuhkan investasi yang cukup besar dan perubahan signifikan dalam infrastruktur yang sudah ada, yang dapat menjadi halangan, terutama bagi negara-negara dengan kapasitas finansial terbatas. Selain itu, efektivitas penggunaan teknologi ini tergantung pada seberapa banyak pabrik semen dapat mengadopsi perubahan proses dan apakah teknologi DAC dapat berfungsi dengan optimal di lingkungan mereka.Mengintegrasikan teknologi ini menunjukkan kemungkinan cara baru dalam memperbaiki pengelolaan emisi, yang dapat berkontribusi positif terhadap upaya mitigasi perubahan iklim di berbagai sektor. Keberhasilan dalam penerapan teknologi ini bisa berarti bahwa pabrik semen tidak hanya berfungsi sebagai sumber emisi, tetapi juga berkontribusi dalam usaha penangkapan karbon. Jika diadopsi secara luas, teknologi ini berpotensi mengurangi emisi global secara signifikan dan membantu pencapaian target netral karbon yang diinginkan oleh banyak negara di masa depan.
Penangkapan Udara Langsung
Penangkapan Udara Langsung adalah teknologi yang dirancang untuk menangkap karbon dioksida langsung dari udara ambient. Hal ini berbeda dari metode lain yang menangkap emisi yang dihasilkan dari sumber tertentu seperti pabrik atau kendaraan. Dengan mengurangi konsentrasi CO₂ di atmosfer, teknologi ini berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim. Perlu dicatat bahwa meski menawarkan harapan, kondisi implementasi dan teknologi yang diperlukan harus dipahami dengan baik untuk mencapai hasil yang optimal.
Dengan pendekatan inovatif ini, sektor pembuatan semen di Indonesia dapat menjajaki potensi untuk menjadi lebih berkelanjutan. Meningkatnya pemahaman dan adopsi teknologi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada industri lokal tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian global dalam pengurangan emisi karbon.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 13 Agu 2026, 09.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)