TLDR
Penelitian ini menemukan cara untuk mengisolasi domain magnetik tunggal dalam manganese telluride. Stres uniaxial dapat mengubah polaritas sinyal Hall anomalous, memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap sifat listrik material. Temuan ini membawa kita lebih dekat ke penggunaan altermagnets dalam teknologi transportasi spin untuk aplikasi elektronik masa depan. Pomodo.id - Peneliti di Rice University telah menemukan cara untuk mengisolasi satu domain magnetik dalam mangan tellurida, yang memberikan mereka pandangan yang lebih jelas tentang struktur magnetiknya serta cara baru untuk mengontrol efek listrik dalam material tersebut. Penelitian ini berfokus pada altermagnetisme, bentuk magnetisme yang baru dikenali dan dapat menawarkan jalur berbeda untuk elektronik berbasis spin. Peneliti tertarik pada altermagnet karena bisa menggabungkan sifat-sifat berguna dari ferromagnet dan antiferromagnet, sambil memungkinkan pemrosesan informasi yang lebih cepat dan dengan panas yang lebih rendah. Tantangannya ialah, mangan tellurida biasanya membentuk beberapa domain magnetik yang dapat menunjuk ke arah yang berbeda. Sinyal dari berbagai domain ini bisa saling tumpang tindih, sehingga menyulitkan untuk menentukan struktur magnetik intrinsik dari material tersebut.Tim dari Rice University mengatasi masalah ini dengan menerapkan regangan uniaxial, yaitu dengan meregangkan mangan tellurida ke satu arah. Hal ini memaksa material tersebut ke dalam keadaan satu-domain yang dapat diukur dengan lebih jelas. Dalam proses ini, magnetisme yang tersembunyi dapat diungkap. Menurut Dai, Profesor Fisika dan Astronomi di Rice University, “Altermagnet seperti mangan tellurida heksagonal biasanya membentuk struktur multidomain, di mana gaya magnet membagi ke dalam beberapa domain setara yang berputar ke arah berbeda untuk memenuhi simetri rotasi tiga lipatan dari kisi heksagonal. Sinyal dari domain yang saling tumpang tindih ini dapat membuat sulit untuk mengetahui apa sebenarnya struktur magnet yang mendasarinya.”Namun, metode ini memiliki batasan dalam penerapan praktis. Meskipun regangan uniaxial berhasil memisahkan domain magnetik, tantangan lain yang muncul adalah bagaimana memanipulasi atau mempertahankan kondisi ini dalam situasi nyata yang bervariasi. Ketergantungan pada kondisi laboratorium dan regangan yang tepat untuk mencapai keadaan satu-domain menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut sebelum aplikasi komersial dapat direalisasikan secara luas.Dengan adanya temuan ini, masa depan elektronik berbasis spin bisa menjadi lebih cerah. Jika altermagnetisme dapat diterapkan secara efektif, ini bisa menandakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan perangkat elektronik yang lebih efisien, cepat, dan dengan pengeluaran panas yang lebih sedikit. Hal ini berpotensi memberikan dampak besar pada industri elektronik global, termasuk di negara-negara seperti Indonesia, yang terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi teknologi lokal.
Altermagnetisme adalah bentuk magnetisme baru yang menggabungkan fitur dari ferromagnet dan antiferromagnet. Magnetisme ini memiliki potensi untuk digunakan dalam spintronics, yang merupakan cabang teknologi yang memanfaatkan spin elektron untuk memberikan daya pemrosesan informasi lebih cepat. Berbeda dengan ferromagnet yang memiliki magnetisasi konstan, altermagnet permetakan magnetisasi yang bisa diputar ke arah berbeda tergantung pada pengaruh eksternal, seperti regangan.Dengan pemahaman ini, peneliti dapat lebih baik merancang material yang dapat berfungsi dalam kondisi tertentu, membuka peluang untuk inovasi lebih lanjut dalam elektronik canggih. Penemuan ini menciptakan langkah baru dalam pengembangan teknologi yang dapat mendukung pertumbuhan industri di masa depan.