TLDR
CB&I telah berhasil mengisi pertama tank penyimpanan hidrogen cair di fasilitas NASA. Teknologi insulasi non-vakum dapat menurunkan biaya penyimpanan hidrogen skala besar. Pengujian di fasilitas NASA akan memberikan data penting untuk pengembangan komersial penyimpanan hidrogen. Pomodo.id - CB&I telah berhasil melakukan pengisian pertama tangki penyimpanan hidrogen cair di Fasilitas Penerbangan Luar Angkasa Marshall milik NASA, dimana mereka menguji pendekatan isolasi yang dapat menurunkan biaya penyimpanan hidrogen dalam skala besar. Tangki demonstrasi berkapasitas 20 meter kubik ini menggunakan teknologi isolasi non-vakum, yang sedang dikembangkan oleh CB&I untuk sistem penyimpanan hidrogen cair (LH2) besar. Dengan penerapan teknologi ini, perusahaan mengeklaim dapat mengurangi biaya modal untuk fasilitas penyimpanan yang menangani volume hidrogen besar.Pengisian pertama ini dilakukan di Fasilitas Uji Hidrogen (HTF) NASA di Alabama, dan sekarang menjadi bagian dari infrastruktur penyimpanan hidrogen cair yang ada di lokasi tersebut. Keberhasilan pengisian pertama ini menandai dimulainya pengujian dalam kondisi operasi nyata, menggantikan hanya pengujian di laboratorium. Secara total, kapasitas penyimpanan LH2 di fasilitas ini meningkat tiga kali lipat. Tangki ini dapat diisi ulang setiap hari, memungkinkan para peneliti untuk secara berulang menghadapi perubahan suhu ekstrem yang berkaitan dengan penyimpanan hidrogen cair.Penyimpanan hidrogen cair memerlukan suhu yang sangat rendah agar tetap dalam bentuk cair, sehingga ini menjadi tantangan rekayasa yang besar. Biasanya, tangki penyimpanan besar mengandalkan sistem isolasi berbasis vakum untuk membatasi aliran panas dan menjaga suhu hidrogen tetap dingin. Dengan pendekatan non-vakum, CB&I menguji apakah metode ini dapat memberikan alternatif dengan biaya lebih rendah untuk aplikasi yang memerlukan penyimpanan dalam jumlah besar.Meskipun pendekatan ini menawarkan solusi yang lebih hemat biaya, belum ada bukti konkret tentang keefektifan jangka panjang dari sistem isolasi non-vakum jika dibandingkan dengan sistem vakum tradisional. Ada kekhawatiran bahwa tanpa isolasi yang cukup, hidrogen dapat mengalami peningkatan suhu yang lebih cepat, yang bisa mengurangi efisiensi dalam penyimpanan. Ini mengarah pada pertanyaan tentang ketahanan teknologi baru ini dalam menghadapi kondisi operasional yang ketat dan apa efeknya bagi industri penyimpanan hidrogen secara keseluruhan.Inovasi ini memiliki implikasi untuk masa depan penyimpanan hidrogen, yang semakin relevan dengan meningkatnya minat di bidang energi bersih dan solusi berkelanjutan. Dengan biaya produksi hidrogen yang bisa lebih rendah, proyek serupa dapat merangsang pengembangan infrastruktur energi di negara-negara pengguna hidrogen, termasuk Indonesia. Dalam konteks ini, pengembangan metode yang lebih efisien dalam penyimpanan hidrogen dapat membantu Indonesia mengeksplorasi lebih jauh tenaga alternatif serta memperkuat posisi negara di pasar energi global.
Tangki Penyimpanan Hidrogen Cair
Tangki penyimpanan hidrogen cair adalah struktur teknis yang dirancang untuk menyimpan hidrogen dalam bentuk cair pada suhu ekstrem. Mengingat hidrogen cair harus disimpan pada suhu di bawah minus 253 derajat Celcius, isolasi adalah kunci untuk menjaga kestabilan suhu. Salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa semua sistem penyimpanan hidrogen harus menggunakan teknologi vakum; namun, pendekatan non-vakum yang sedang diuji oleh CB&I menunjukkan bahwa bisa jadi ada solusi alternatif yang lebih hemat biaya tanpa kehilangan efisiensi dalam penyimpanan.Dengan keberhasilan pengujian pertama di fasilitas NASA, ini membuka jalan bagi eksplorasi lebih lanjut terhadap metode penyimpanan hidrogen yang lebih efisien dan hemat biaya, yang bisa menjadi penting bagi pembangunan infrastruktur energi bersih di Indonesia dan di seluruh dunia.