TLDR
Unitree Robotics membuka penawaran umum perdana (IPO) di Shanghai untuk mengumpulkan sekitar $900 juta. Permintaan investor untuk saham Unitree sangat tinggi, dengan total penawaran offline mencapai 2,760.67 kali ukuran penawaran awal. Unitree berencana menggunakan hasil IPO untuk penelitian dan pengembangan robotik, termasuk pengembangan produk baru dan basis manufaktur. Pomodo.id - Unitree Robotics telah membuka langganan untuk penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Saham Shanghai, menjadikan perusahaan robotika asal Tiongkok ini pusat perhatian. Berbasis di Hangzhou, Unitree berencana untuk mencatatkan sahamnya di Star Market, dengan harga IPO diperkirakan sekitar 150,80 yuan per saham, atau setara sekitar Rp322.000, untuk mengumpulkan dana sekitar 6,1 miliar yuan (sekitar Rp13 triliun). Langkah ini mencerminkan semakin signifikannya teknologi robotika yang sedang bergerak dari demonstrasi online dan laboratorium penelitian menuju aplikasi komersial yang nyata.Proses penawaran saham ini disambut dengan antusiasme tinggi dari investor. Permintaan yang kuat terlihat dalam proses dilakukannya penawaran offline, di mana total permohonan mencapai 71,46 miliar saham yang setara dengan 2.760 kali ukuran penawaran awal setelah penyesuaian. Dengan menjual 40,45 juta lembar saham, Unitree tidak hanya membuktikan kekuatannya di pasar robotika, tetapi juga menandakan potensi besar yang dimiliki sektor robotika di Tiongkok.Wang Xingxing, pendiri dan CEO Unitree Robotics yang berusia 36 tahun, telah menjadi miliarder berkat kepemilikannya dalam perusahaan yang mendominasi industri robot humanoid di Tiongkok. Setelah didirikan pada tahun 2016, Unitree telah mengembangkan berbagai model, termasuk robot berkaki empat dan humanoid, serta memilih untuk memanfaatkan potensi bisnis yang besar dengan proyek-proyek inovatif. Salah satu produk terbaru mereka adalah GD01, robot transformasi yang dapat membawa manusia di dalamnya dengan harga yang mencapai $650.000.Meskipun prospektus Unitree menunjukkan fokus pada pengembangan dan penjualan robot humanoid serta kuadruped, ada tantangan yang menyertai ekspansi perusahaan ini di tengah ketegangan global. Dalam konteks ini, perusahaan harus memperhatikan bagaimana iklim investasi dan investor cenderung membawa implikasi lebih luas bagi industri teknologi di Tiongkok dan dampaknya terhadap perusahaan-perusahaan serupa di seluruh dunia. Keberhasilan IPO mereka tidak hanya menjadi penanda kuat bagi Unitree, tetapi juga dapat dipandang sebagai tolok ukur bagi kemajuan sektor AI dan robotika di Tiongkok, dengan dampak signifikan bagi potensi investasi global.
Robotika humanoid adalah bidang yang tengah berkembang pesat, di mana perusahaan seperti Unitree Robotics mengembangkan mesin yang bisa meniru gerakan manusia. Robot ini biasanya dilengkapi dengan banyak derajat kebebasan—dalam hal ini, Unitree menawarkan hingga 31 derajat kebebasan—yang memungkinkannya melakukan berbagai tugas kompleks. Hal ini berpotensi merevolusi industri, dari otomasi manufaktur hingga interaksi sehari-hari di rumah, dan salah satu tantangan utama terletak pada bagaimana robot-robot ini dapat beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam lingkungan manusia.
Dengan potensi nilai pasar mencapai 60,99 miliar yuan (sekitar Rp126 triliun), IPO Unitree berpotensi menjadi indikator penting bagi perusahaan-perusahaan lain di sektor robotika. Dalam jangka panjang, jika Unitree berhasil mendemonstrasikan konsistensi dan keberlanjutan pertumbuhan, ini bisa jadi pemicu bagi lebih banyak investasi dalam teknologi robotika dan kecerdasan buatan di Tiongkok dan negara-negara lain, termasuk Indonesia, yang juga semakin berfokus pada inovasi teknologi.