TLDR
N-able telah merilis hotfix baru yang diperlukan untuk melindungi dari eksploitasi kerentanan keamanan yang baru terungkap. Pelanggan disarankan untuk segera memperbarui versi N-central mereka ke 2026.3.1.10 untuk menghindari risiko yang lebih besar. Penting untuk melakukan tinjauan menyeluruh terhadap lingkungan, log, dan aktivitas akun meskipun hasil pemeriksaan IoC bersih. Pomodo.id - N-able telah merilis serangkaian hotfix terbaru untuk N-central sebagai tanggapan terhadap eksploitasi yang sedang berlangsung dari cacat keamanan yang baru saja diungkapkan dalam produk Remote Monitoring and Management (RMM) mereka. "Kami secara proaktif memperluas perlindungan seiring dengan pemantauan terus menerus terhadap aktor ancaman yang mengembangkan teknik serangan mereka," ujar perusahaan tersebut. Hotfix ini diperlukan bahkan jika pengguna sudah menerapkan hotfix sebelumnya, karena Hotfix 2 menggantikan Hotfix 1 dengan langkah-langkah penguatan tambahan untuk lebih melindungi pengguna dan pelanggan.N-able mengakui telah mendeteksi aktivitas tidak biasa dalam lingkungan pelanggan pada 31 Juli 2026, yang mengarah pada penemuan aktor ancaman yang tidak diketahui telah mengeksploitasi cacat yang saat itu tergolong zero-day dalam server N-central (CVE-2026-18577, dengan skor CVSS 8.2). Cacat ini berdampak pada semua versi sebelum 2026.3.1.7. Penting untuk dicatat bahwa CVE-2026-18577 terkait dengan perbaikan yang tidak lengkap untuk CVE-2026-18556 (skor CVSS 8.2). Keduanya memungkinkan bypass autentikasi dan pengambilalihan akun dalam versi perangkat lunak yang rentan, dan telah ditandai sebagai aktif dieksploitasi oleh Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) di AS.Eksploitasi ini memungkinkan penyerang untuk mendapatkan akses administratif secara jarak jauh dan memanfaatkan fitur Take Control untuk terhubung ke sistem dalam lingkungan N-central yang dikelola. Setelah mendapatkan akses ke perangkat tersebut, para aktor ancaman dapat melakukan tindakan yang merugikan. CISA juga telah menambahkan CVE-2026-18577 ke dalam katalog Known Exploited Vulnerabilities-nya setelah laporan mengenai eksploitasi aktif yang terjadi di lapangan.
CVE-2026-18577 adalah vulnerability yang termasuk dalam kategori serius dengan skor CVSS 8.2, mengizinkan penyerang untuk menghindari autentikasi dan mengambil alih akun dalam versi N-central yang terpengaruh. Penting untuk dicatat bahwa cacat ini berhubungan dengan perbaikan yang tidak lengkap untuk CVE-2026-18556. Keduanya merupakan perhatian utama dalam keamanan siber, terutama di saat banyak sistem di seluruh dunia, termasuk kemungkinan di Indonesia, menggunakan produk N-able.
Meski demikian, eksploitasi ini belum menunjukkan pola kampanye yang luas dan tidak ditujukan kepada publik oleh aktor ancaman yang dikenal. Namun, ada observasi dari Huntress yang menyatakan bahwa beberapa organisasi telah menjadi target berdasarkan cacat ini. Dengan bahaya yang ada, terdapat kebutuhan mendasar untuk organisasi-organisasi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, untuk memperhatikan pembaruan perangkat lunak secara proaktif sebagai langkah untuk memperkuat pelindung mereka terhadap ancaman.Ke depannya, rilis hotfix ini menjadi sinyal penting untuk pertahanan siber. Bisnis dan layanan IT dinasihatkan untuk segera menerapkan pembaruan guna melindungi diri dari potensi eksploitasi yang mungkin mengancam keutuhan sistem mereka. Dengan meningkatkan kesadaran terhadap masalah ini dan berinvestasi dalam keamanan informasi, organisasi dapat membantu mencegah masalah yang lebih besar di masa depan.