TLDR
D-Wave telah mengembangkan qubit dual-rail yang dapat saling entangled dengan bersih. Desain qubit baru D-Wave dapat mengurangi tingkat kesalahan logis hingga 10 kali lipat. Meskipun ada kemajuan, masih perlu pengujian lebih lanjut tentang kemampuan skala dari sistem kuantum ini. Pomodo.id - D-Wave, perusahaan teknologi kuantum asal Kanada-Amerika, baru-baru ini mengumumkan terobosan penting dalam desain qubit yang dapat meningkatkan koreksi kesalahan kuantum secara signifikan. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature, D-Wave menunjukkan bahwa qubit dual-rail yang baru dapat terjerat satu sama lain dengan cara yang bersih. Temuan ini merupakan bagian penting dari puzzle untuk memperbaiki kesalahan dalam komputasi kuantum secara efisien, dan diklaim dapat mengurangi tingkat kesalahan logis hingga sepuluh kali lipat di setiap langkah. Dengan kemajuan ini, D-Wave menghampiri target untuk menciptakan sistem kuantum yang dapat dipercaya dengan 100 qubit logis pada tahun 2032.Kelemahan utama dalam pengembangan computer kuantum adalah kerentanan qubit. Bahkan gangguan kecil, seperti foton yang melintas atau fluktuasi panas, dapat menyebabkan keadaan kuantum yang rapuh ini runtuh. Solusi yang diusulkan oleh industri adalah melalui koreksi kesalahan kuantum. Cara kerjanya adalah dengan menggabungkan banyak qubit fisik, bisa mencapai ribuan, untuk membentuk satu qubit logis yang lebih andal yang dapat menangkap dan memperbaiki kesalahannya sendiri. Meski efektif dalam teori, tantangannya adalah kebutuhan sumber daya yang besar. Membangun satu qubit logis yang dapat diandalkan dapat membutuhkan hingga seribu qubit fisik, sehingga menyulitkan untuk menciptakan komputer kuantum yang komersial.D-Wave percaya telah menemukan jalan pintas yang membawa hasil inovasi baru ini. Meskipun terobosan ini menawarkan peluang besar, ada satu kelemahan penting: masih perlu dibuktikan apakah teknologi baru ini bisa meningkat dalam skala produksi yang lebih besar. Keberhasilan desain ini di dunia nyata menjadi penting untuk menjawab pertanyaan mengenai apakah sistem ini dapat diimplementasikan secara luas.
Qubit adalah unit dasar informasi dalam komputasi kuantum, yang berfungsi sebagai analog dari bit pada komputer klasik. Sementara bit dapat berada dalam keadaan 0 atau 1, qubit dapat berada dalam kondisi superposisi, di mana ia bisa menjadi keduanya sekaligus. Hal ini memungkinkan quantum computer untuk memproses informasi secara paralel, menawarkan kecepatan dan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan komputer klasik. Konsep qubit sering kali salah dipahami sebagai sesuatu yang lebih kompleks dari sekedar bit, padahal esensi qubit adalah bahwa fungsinya memungkinkan pemrosesan data yang lebih hebat dan diferensiasi dalam mengatasi masalah komputasi yang rumit.Pencapaian D-Wave merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya untuk mengatasi tantangan teknologi kuantum. Jika berhasil, ini dapat berkontribusi pada perkembangan teknologi baru yang akan bermanfaat dalam beragam aplikasi di masa depan, baik untuk sektor industri maupun pemecahan masalah rumit di berbagai bidang. Diketahui bahwa D-Wave tidak sendiri dalam perlombaan ini, dan banyak perusahaan teknologi di Negara-negara maju, termasuk AS, yang berinvestasi besar-besaran di bidang kuantum, mengingat potensi yang sangat besar untuk mendorong efisiensi dan inovasi yang belum pernah dilihat sebelumnya dalam sejarah teknologi.Dengan inovasi terus berkembang seperti ini, Indonesia sebagai negara berkembang harus memantau kemajuan di bidang teknologi kuantum, karena pemanfaatan teknologi ini dalam industri lokal bisa jadi memberikan peluang baru yang menarik di masa depan.