TLDR
Meta dikenakan denda total sebesar $942 juta terkait dampak negatif media sosial di New Mexico. Perubahan yang diharapkan termasuk penghapusan hitungan 'Like' untuk anak di bawah 18 tahun dan pembatasan waktu penggunaan. Kasus ini menyoroti tanggung jawab perusahaan media sosial terhadap kesehatan mental dan keselamatan pengguna, terutama anak-anak. Pomodo.id - Meta, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, baru-baru ini dikenakan denda sebesar $567 juta oleh pengadilan di New Mexico, senilai sekitar Rp 8,5 triliun, dalam langkah terbaru untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial. Dengan denda sebelumnya sebesar $375 juta, total biaya yang harus dibayarkan oleh Meta kini mencapai hampir $942 juta atau setara dengan Rp 13,4 triliun. Keputusan ini mencerminkan pengakuan bahwa platform Meta berkontribusi signifikan terhadap krisis kesehatan mental remaja di negara bagian tersebut.Pengadilan di Santa Fe menemukan bahwa produk Meta telah menyebabkan berbagai masalah serius, termasuk risiko eksploitasi seksual dan gangguan dalam pendidikan. "Banyak orang di New Mexico merasakan dampak negatif dari produk Meta karena risiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan mental mereka," kata hakim. Selain denda finansial, pengadilan juga memerintahkan Meta untuk melakukan perubahan signifikan pada fitur-fitur platformnya. Misalnya, jumlah "Like" tidak akan ditampilkan untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun kecuali ada persetujuan dari orang tua atau wali. Notifikasi untuk pengguna di bawah umur juga akan dihentikan antara pukul 10 malam hingga 7 pagi, dan penggunaanya dibatasi hingga 90 jam per bulan, yang setara dengan sekitar tiga jam per hari.Meskipun pengadilan mencatat bahwa Meta tidak sendirian dalam menyebabkan krisis kesehatan mental di kalangan muda, ia tetap diakui sebagai penyumbang utama. Attorney General New Mexico, Raul Torrez, menyatakan bahwa keputusan ini adalah kemenangan bagi setiap orang tua dan anak-anak yang khawatir tentang dampak media sosial. "Kasus ini selalu tentang melindungi anak-anak dan memastikan bahwa salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia tidak dapat mendapatkan keuntungan dari praktik yang membahayakan tanpa konsekuensi," ujarnya.
Dampak Platform Media Sosial
Platform media sosial seperti Facebook dan Instagram dapat memengaruhi kesehatan mental pengguna, terutama anak-anak dan remaja. Penelitian menunjukkan bahwa interaksi yang tinggi di platform ini dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi, karena tekanan sosial dan eksposur terhadap konten negatif. Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan perlindungan orang tua dalam penggunaan media sosial oleh anak.
Meta berencana untuk mengajukan banding terhadap putusan ini, menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk menjaga keselamatan di platform mereka dan telah transparan tentang tantangan yang dihadapi dalam mengidentifikasi serta menghapus konten berbahaya. Meskipun demikian, langkah hukum yang diambil terhadap Meta di New Mexico kini menjadi peringatan bagi perusahaan lain tentang tanggung jawab mereka terhadap pengguna muda. Langkah-langkah yang diambil dapat menjadi contoh penting untuk negara lain, termasuk Indonesia, dalam mempertimbangkan kebijakan untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial.Dengan pertumbuhan penggunaan media sosial yang semakin meluas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, penting bagi semua pihak, terutama orang tua, untuk lebih waspada dan membimbing anak-anak mereka dalam menggunakan platform ini dengan aman. Keputusan pengadilan ini bisa jadi momentum untuk menggugah kesadaran tentang perlunya pengawasan yang lebih ketat di media sosial, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan lebih aman dalam lingkungan digital.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 7 Agu 2026, 19.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)