TLDR
Senat AS tidak akan memvote Clarity Act sebelum istirahat Agustus. Bitcoin bertahan di sekitar $64,300 tetapi belum berhasil menembus level resistensi $66,000. Laporan pekerjaan dan inflasi yang akan datang dapat mempengaruhi kebijakan moneter dan nilai Bitcoin. Pomodo.id - Pasar Bitcoin menunjukkan stabilitas pada harga sekitar $64,300, setelah Senat Amerika Serikat mengkonfirmasi bahwa mereka tidak akan melakukan pemungutan suara mengenai RUU Clarity sebelum liburan bulan Agustus. Berita ini datang di tengah ketidakpastian terkait regulasi yang dihadapi oleh aset digital. Sementara itu, XRP mengalami penurunan lebih dari 2% dalam sehari, mencapai $1,02 dan turun 5,5% dalam tujuh hari terakhir. Kenaikan di pasar kripto lainnya juga terlihat, dengan Solana turun lebih dari 1% menjadi hampir $73, serta Dogecoin yang menyusut di bawah 7 sen. Ether, di sisi lain, stabil di angka $1,897.Sesuai dengan laporan, RUU Clarity bertujuan untuk menentukan regulator mana di AS yang akan mengawasi aset digital tertentu. RUU ini membutuhkan dukungan 60 suara untuk disahkan, namun saat ini tampaknya belum memiliki cukup dukungan positif di dalam Kongres sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak dari ketidakpastian regulasi terhadap pasar kripto. Di sisi lain, Senator John Thune menyatakan bahwa pemungutan suara kemungkinan akan terjadi pada bulan September, saat para anggota dewan kembali bekerja.Dalam periode antara 3 dan 5 Agustus, dana bitcoin spot berhasil mempersembahkan sekitar $626 juta, yang membantu mempertahankan harga Bitcoin di antara $63,000 hingga $64,000, meskipun tidak cukup untuk mendorong harga melewati resistant di antara $66,000 hingga $66,600. Data ekonomi penting dari AS, seperti laporan pekerjaan dan data inflasi bulan Juli, akan segera dirilis dan diharapkan membawa pengaruh signifikan terhadap pola perdagangan di pasar.
RUU Clarity adalah undang-undang yang berupaya mengatur pengawasan aset digital oleh lembaga pemerintah AS. Hal ini penting karena dapat memberikan kepastian hukum bagi investor dan perusahaan di sektor kripto, mempengaruhi bagaimana aset digital seperti Bitcoin dan XRP diperdagangkan dan diinvestasikan. Sering disalahartikan sebagai langkah untuk memperketat kontrol, RUU ini sebenarnya bertujuan untuk menciptakan kerangka kerja yang lebih jelas dalam pengawasan aset digital, yang pada gilirannya dapat mengurangi ketidakpastian yang telah membelenggu pasar ini dalam beberapa tahun terakhir.Sementara Bitcoin berupaya untuk stabil di tengah ketidakpastian regulasi, namun harga XRP dan beberapa aset digital lainnya mulai menunjukkan kelemahan, menandakan tantangan yang dihadapi oleh investor dari sisi regulasi dan pasar. Nama-nama besar di industri, termasuk Donald Trump, telah melaporkan pendapatan sebesar lebih dari $1 miliar dari investasi kripto, yang menggambarkan potensi yang ada di balik sektor ini meskipun ada suara skeptis yang menyerukan tolak ukur yang lebih ketat berdasarkan keuntungan yang dihasilkan selama masa jabatannya. Dengan kongres kembali dari liburannya, pasar akan melihat dengan cermat bagaimana keputusan ini dapat memengaruhi dinamika harga dan keamanan investasi di sektor kripto, yang pasti akan mempengaruhi pasar di negara-negara lain termasuk Indonesia.