TLDR
Musim 4 'Ted Lasso' mendapatkan skor 89% di Rotten Tomatoes, menunjukkan penerimaan yang baik meskipun ada perubahan pada jajaran pemain. Serial ini tetap mempertahankan kualitas yang tinggi dengan rata-rata skor keseluruhan 90% setelah empat musim. Hannah Waddingham berhasil membagi waktunya antara 'Ted Lasso' dan proyek lain, menunjukkan fleksibilitas dalam kariernya. Pomodo.id - Ted Lasso kembali ke layar dengan musim keempatnya, membawa perubahan besar yang berani dalam format pemeran dan jalannya cerita. Dengan pemisahan dari beberapa karakter inti dan penambahan tim sepak bola wanita baru, serial ini menawarkan perspektif segar bidang semangat olahraga. Setelah akhir musim ketiga yang tampaknya definitif, di mana Ted Lasso, yang diperankan oleh Jason Sudeikis, meninggalkan Inggris untuk kembali ke AS, para penggemar tidak mengira bahwa mereka akan mendapatkan kesempatan lagi untuk menyaksikan petualangan Ted dan timnya. Musim baru ini bukan hanya kelanjutan, tetapi juga reboot lembut yang berusaha untuk memperluas jangkauan cerita.Sementara itu, ulasan musim keempat menunjukkan bahwa langkah ini mungkin merupakan keputusan yang seimbang. Skor ulasan Rotten Tomatoes untuk musim ini mencapai 89%, di samping total keseluruhan untuk serial ini yang kini berada di 90%. Pujian ini menunjukkan bahwa para kritikus kemungkinan melihat potensi dalam cara Apple TV membangun cerita ini dengan karakter baru, sekaligus mempertahankan butir-butir yang disukai dari musim sebelumnya. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah tim sepak bola wanita yang diperkenalkan, yang mencakup dinamika baru dan tantangan serta perkembangan yang relevan dengan dunia wanita dalam olahraga. Dengan fokus pada tim wanita, serial ini bisa merayakan dan membuka diskusi lebih dalam tentang peran spesifik wanita di dunia sepak bola.Namun, ada kritik dari sebagian kritikus yang merasa sedikit skeptis terhadap perubahan tersebut. Walaupun umumnya audiens merespons positif, beberapa pakar merasa bahwa transisi ini belum sepenuhnya dapat mereplikasi keberhasilan cerita yang telah terbentuk sebelumnya. Karakter-karakter kunci seperti Jamie Tartt dan Sam Obisanya, yang telah menjadi wajah dari identitas serial ini, hilang dari peramaan dan beberapa kritikus merasa ini bisa mereduksi faktor ‘kenalan’ yang sebelumnya menjadi kunci keterikatan pemirsa.Melihat ke depan, perkembangan ini menyiratkan usaha Apple TV untuk menarik penonton baru dan memperluas audiens. Dengan menampilkan tim wanita, serial ini tidak hanya mengikuti tren yang muncul untuk memasukkan lebih banyak representasi gender dalam olahraga, tetapi juga menunjukkan usaha untuk memperbarui dan memperkuat relevansi budaya serial ini di tengah banyaknya persaingan di industri hiburan. Langkah ini berpotensi membuka jalan bagi serial-serial lain yang ingin mengeksplorasi tema-tema serupa.
Tim sepak bola wanita adalah elemen utama yang diperkenalkan dalam musim keempat Ted Lasso. Hal ini menandai pergeseran penting dalam cara cerita dikembangkan, menambahkan perspektif yang sering kurang mendapat perhatian dalam dunia olahraga. Tim ini tidak hanya membawa dinamika baru ke dalam cerita tetapi juga memungkinkan pembahasan tentang tantangan yang dihadapi wanita dalam olahraga. Dengan pemikiran bahwa serial ini telah menjadi contoh untuk komedi yang sukses, pengenalan tim sepak bola wanita mengarahkan diskusi ke tema kesetaraan gender dalam olahraga, sebuah hal yang penting untuk diperjuangkan di banyak konteks, termasuk Indonesia.Dengan adanya musim keempat yang penuh perubahan ini, Ted Lasso mempromosikan sebuah narasi yang relevan dan berani, menjadi salah satu program yang menciptakan gelombang di platform-streaming seperti Apple TV. Keberhasilan dan penerimaan kritik yang positif menunjukkan bahwa eksperimen-eksperimen dalam pengembangan karakter dan tema bisa memberikan hasil yang diinginkan, baik bagi penggemar lama maupun penontonnya yang baru.