TLDR
Mobil yang lebih besar dan lebih berat memberikan perlindungan yang lebih baik dalam kecelakaan. Kecepatan tinggi dan perilaku mengemudi agresif meningkatkan risiko kecelakaan fatal. Data menunjukkan bahwa kendaraan SUV dan truk besar lebih aman untuk pengemudi, tetapi berbahaya bagi pengemudi lain dalam kecelakaan. Pomodo.id - Ukuran kendaraan dan perilaku berkendara terbukti berpengaruh signifikan terhadap tingkat kematian akibat kecelakaan. Penelitian terbaru dari Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) menunjukkan bahwa kendaraan yang lebih besar dan lebih berat memberikan tingkat perlindungan yang lebih baik bagi pengendara saat terjadi tabrakan dibandingkan dengan kendaraan yang lebih kecil dan lebih ringan. Meskipun kemajuan keselamatan otomotif terus berlanjut, seperti penggunaan sabuk pengaman, airbag, dan sistem bantuan pengemudi yang canggih, hukum fisika tetap mendominasi dalam kasus ini.Data yang diperoleh selama periode 2021-2024 menunjukkan bahwa lebih dari setengah kendaraan yang tercatat memiliki tingkat kematian pengendara tertinggi adalah model subkompak dan kompak atau mobil sport berspesifikasi tinggi. Sebagai contoh, Kia Rio ditemukan menjadi mobil paling mematikan dalam kecelakaan dengan tingkat kematian pengendara 170 per satu juta kendaraan terdaftar, diikuti oleh Nissan Versa dengan 164. Dua mobil ini bahkan telah dihapus dari lini produksi masing-masing pabrikan di Amerika Serikat. Sementara itu, penelitian IIHS juga mengidentifikasi enam model kendaraan besar, baik SUV maupun truk pickup, yang mencatatkan nol kematian pengendara per satu juta kendaraan terdaftar.
Kendaraan besar seperti SUV dan truk pickup menawarkan tingkat keselamatan yang lebih tinggi saat terjadi kecelakaan. Ini bukan hanya karena ukurannya, tetapi juga sifat desain yang dirancang untuk menyerap dampak. Salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa semua mobil baru aman; padahal, ukuran dan berat kendaraan sangat mempengaruhi hasil keselamatan dalam kecelakaan. Mobil yang lebih kecil, meskipun dilengkapi dengan fitur keselamatan terkini, sering kali rentan terhadap kerusakan hebat ketika terlibat dalam kecelakaan dengan kendaraan yang lebih besar.
Namun, meskipun data tersebut menunjukkan bahaya kendaraan kecil dan perilaku berkendara agresif, hal ini tidak berarti bahwa memilih mobil besar adalah solusi definitif. Kenyataannya, mobil sport dan mobil berperforma tinggi, yang ditujukan pada pengemudi yang lebih agresif, juga berkontribusi tinggi pada tingkat kematian di jalan raya. Para pengemudi mobil ini lebih cenderung terlibat dalam kecelakaan serius karena kecepatan tinggi dan cara mengemudi yang berisiko.Implikasi temuan ini sangat penting untuk kebijakan keselamatan jalan di negara-negara seperti Indonesia, di mana volume kendaraan terus meningkat dan perilaku berkendara cenderung belum sepenuhnya aman. Pengetahuan akan risiko yang terkait dengan jenis kendaraan dan cara berkendara yang agresif harus didorong dalam program keselamatan publik dan kebijakan transportasi. Kesadaran ini dapat mendorong perubahan perilaku di kalangan pengemudi, serta memicu diskusi tentang peraturan lalu lintas yang lebih ketat untuk melindungi nyawa di jalan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 6 Agu 2026, 19.07 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)