TLDR
Dua perubahan genetik pada Neanderthal mempengaruhi fisik mereka yang kokoh dan masih dapat ditemukan pada manusia modern. Variabel genetik dari Neanderthal dapat meningkatkan tinggi badan dan massa otot pada individu yang membawa gen tersebut. Studi ini menunjukkan hubungan antara genom kuno, biologi seluler, dan variasi yang dapat diukur dalam manusia saat ini. Pomodo.id - Varian genetik di dalam genom Neanderthal menunjukkan pengaruh signifikan terhadap tinggi dan otot manusia modern. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology, para peneliti menemukan bahwa dua perubahan genetik yang terjadi di Neanderthal berkontribusi pada fisik tubuh mereka yang kekar, dan varian tersebut masih dapat ditemukan pada manusia modern. Varian ini memungkinkan pembawa untuk memiliki tinggi dan massa otot yang lebih besar dibandingkan mereka yang tidak memiliki varian tersebut.Neanderthal, yang hidup di seluruh Eropa dan Asia Barat dari sekitar 300.000 tahun yang lalu hingga 40.000 tahun yang lalu, berinteraksi dan bercampur genetik dengan Homo sapiens sebelum mereka mengalami kepunahan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa manusia modern yang memiliki nenek moyang di luar Afrika mewarisi sekitar 1-4% DNA mereka dari Neanderthal. Bukti fosil menunjukkan bahwa Neanderthal memiliki dada yang lebih lebar, tulang yang lebih tebal, dan otot yang lebih besar dibandingkan sebagian besar manusia modern saat ini. Dalam studi terbaru ini, peneliti menjelaskan jalur molekuler yang mungkin berkontribusi pada sifat kekar Neanderthal, menurut Bastien Llamas, seorang ahli genetika manusia dari Universitas Adelaide di Australia.
Gen Reseptor Hormon Pertumbuhan
Gen reseptor hormon pertumbuhan memainkan peran penting dalam regulasi pertumbuhan tulang dan otot. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan asam amino yang unik pada gen ini di Neanderthal mengontrol cara tubuh mengembangkan massa otot dan tinggi badan. Namun, perubahan ini tidak selalu menjamin pertumbuhan otot yang optimal pada semua individu. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa manusia modern yang memiliki varian genetik Neanderthal bisa lebih tinggi dan lebih berotot, terutama jika dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki varian tersebut.
Walaupun hasil studi ini menarik, ada batasan yang perlu dicatat. Sampel DNA Neanderthal yang terpelihara dengan baik sangat langka dan sejauh ini, ilmuwan baru berhasil mengumpulkan sekitar lima sampel genetik yang cukup untuk merekonstruksi genom lengkap atau hampir lengkap. Sebagian besar sampel DNA Neanderthal adalah terfragmentasi dan hanya memberi urutan parsial, yang membatasi pemahaman kita tentang pengaruh genetik mereka terhadap karakteristik fisik manusia modern.Implikasi dari penelitian ini cukup mendalam. Dengan memahami bagaimana varian genetik Neanderthal mempengaruhi pertumbuhan otot dan tinggi badan, kita dapat mendapatkan wawasan tentang evolusi manusia dan bagaimana genetika memengaruhi karakteristik fisik di generasi mendatang. Penelitian ini juga membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana genetik dapat beradaptasi terhadap lingkungan dan memilih individu dengan karakteristik tertentu yang mungkin akan lebih menguntungkan dalam konteks kesehatan dan kebugaran di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 5 Agu 2026, 23.07 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)