TLDR
Pendapatan SpaceX meningkat 92% menjadi $7,8 miliar, tetapi perusahaan mengalami kerugian bersih sebesar $541 juta. Proyeksi pengeluaran modal mencapai hampir $200 miliar pada 2027 dan 2028, yang dapat menekan arus kas bebas. Masa berlaku kunci saham akan berakhir, yang memungkinkan lebih banyak saham untuk diperdagangkan di pasar, berpotensi menambah tekanan pada harga saham. Pomodo.id - SpaceX melaporkan pendapatan kuartal kedua yang mencapai $7,8 miliar, melebihi ekspektasi Wall Street yang diperkirakan hanya $6,9 miliar. Meskipun ada peningkatan signifikan pada pendapatan, saham perusahaan mengalami penurunan hingga 11% di perdagangan pra-pasar. Penurunan ini terjadi karena investor khawatir dengan pengeluaran besar dan rencana pelepasan saham yang akan datang.Selama kuartal itu, perusahaan mencatat pengurangan kerugian bersih menjadi $541 juta, dibandingkan dengan kerugian $1,0 miliar pada tahun sebelumnya. Pendapatan ini juga mengindikasikan pertumbuhan yang lebih cepat pada bisnis peluncuran, Starlink, dan infrastruktur AI. Namun, pengeluaran total Spacex dalam kuartal tersebut terbukti besar, mencapai $18,4 miliar saat perusahaan memperluas layanan Starlink dan proyek-proyek lainnya. Di samping itu, perusahaan masih mempertahankan semua 18.712 bitcoin dalam neracanya, dengan nilai yang turun menjadi sekitar $1,1 miliar pada akhir Juni, akibat penurunan harga bitcoin sebesar 33% selama periode itu.
Bitcoin adalah mata uang digital terdesentralisasi yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2009. Ini memungkinkan transaksi peer-to-peer secara langsung tanpa memerlukan perantara. Dalam konteks SpaceX, perusahaan memegang 18.712 bitcoin yang nilainya diperkirakan sekitar $1,1 miliar pada akhir Juni. Hal ini penting karena fluktuasi nilai bitcoin dapat mempengaruhi entitas publik seperti SpaceX, sehingga terdapat risiko akuntansi di masa depan jika harga bitcoin kembali tidak stabil.
Sementara pendapatan dan EBITDA mencatatkan angka yang mengesankan, tantangan datang dari ekspektasi pengeluaran modal yang terus meningkat, yang diperkirakan mencapai hampir $200 miliar pada tahun 2027 dan 2028. Ini memberikan tekanan tambahan pada arus kas bebas perusahaan. Meskipun JPMorgan telah meningkatkan target harga saham SpaceX menjadi $240, para analis mengindikasikan bahwa pengeluaran yang tinggi bisa berdampak negatif pada profitabilitas jangka panjang perusahaan.Meskipun pendapatan di kuartal ini melebihi ekspektasi, potensi pelepasan besar-besaran dari 911,5 juta saham yang akan dijadwalkan pada 6 Agustus membayangi laporan keuangan yang positif ini. Pelepasan saham ini bisa meningkatkan jumlah saham yang beredar hingga 143%, dan berpotensi memperlemah nilai saham di pasar.Dengan latar belakang ini, masa depan SpaceX akan bergantung pada kemampuannya untuk mengelola pengeluaran sekaligus memanfaatkan pendapatan yang terus meningkat. Jika perusahaan dapat menyeimbangkan investasi untuk pengembangan dan infrastruktur dengan menjaga arus kas yang sehat, maka mereka mungkin dapat memulihkan kepercayaan investor dan mempertahankan harga sahamnya. Namun, jika konflik antara pengeluaran besar dan pendapatan yang diharapkan terus berlanjut, hal ini bisa memberikan konsekuensi serius bagi posisi pasar SpaceX dalam waktu dekat.