TLDR
SpaceX mencatatkan pendapatan kuartal kedua sebesar $7,8 miliar, melebihi ekspektasi pasar. Perusahaan mengalami kerugian bersih $541 juta, lebih baik dibandingkan dengan kerugian $1,0 miliar pada tahun lalu. Sekitar 912 juta saham yang dimiliki karyawan dan pendukung awal akan memenuhi syarat untuk dijual, yang dapat mempengaruhi harga saham SPCX. Pomodo.id - SpaceX, perusahaan teknologi luar angkasa yang didirikan oleh Elon Musk, baru saja mengumumkan hasil kinerja kuartal kedua setelah melakukan penawaran umum perdana (IPO) yang mencetak rekor. Dalam laporan yang disampaikan pada 4 Agustus 2026, SpaceX mencatat pendapatan sebesar $7,8 miliar, melampaui ekspektasi Wall Street yang berada di angka $6,9 miliar. Meskipun perusahaan ini masih mengalami kerugian bersih sebesar $541 juta, ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan dengan kerugian sebesar $1,0 miliar yang dialami pada tahun lalu.Meningkatnya pendapatan ini didukung oleh pertumbuhan yang kuat di sektor peluncuran roket, layanan internet satelit Starlink, dan bisnis kecerdasan buatan (AI). EBITDA yang disesuaikan juga hampir tiga kali lipat menjadi $3,5 miliar. Keberhasilan ini semakin menguatkan posisi SpaceX sebagai pilar penting dalam industri luar angkasa, setelah IPO yang berhasil mengumpulkan dana sebesar $86 miliar, menjadikannya salah satu IPO terbesar yang pernah ada.Namun, ada beberapa tantangan yang mengemuka terkait laporan ini. Meskipun pendapatan meningkat, nilai kepemilikan SpaceX dalam Bitcoin turun secara signifikan. Pada 30 Juni, nilai kepemilikan Bitcoin yang dimiliki SpaceX, sebanyak 18.712 BTC, terjun menjadi $1,1 miliar dari sebelumnya $1,64 miliar di akhir 2025. Penurunan ini disebabkan oleh slump 33% harga Bitcoin dalam periode yang sama, menambah kompleksitas strategi keuangan perusahaan.
Bitcoin adalah mata uang kripto yang berfungsi sebagai alat pembayaran digital. Hal ini menjadi penting bagi SpaceX, yang memiliki simpanan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan mereka. Banyak yang beranggapan bahwa Bitcoin adalah alat investasi yang aman, namun nilai Bitcoin sangat fluktuatif, yang dapat berdampak langsung pada kekayaan perusahaan yang menyimpannya. Penurunan nilai Bitcoin di pasar dapat menciptakan ketidakpastian untuk perusahaan yang memiliki portofolio aset digital yang signifikan.Mendekati tanggal 6 Agustus, ketika sekitar 912 juta saham yang dimiliki oleh karyawan dan investor awal akan tersedia untuk diperjualbelikan, ada kemungkinan terjadi perubahan besar dalam harga saham. Hal ini bisa menambah jumlah saham yang beredar di publik, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi evaluasi pasar SpaceX dan persepsi investor terhadap masa depan perusahaan ini.Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan yang dihadapi dan kerugian yang dialami, angka pendapatan yang melebihi ekspektasi menunjukkan bahwa SpaceX masih berada di jalur yang kuat untuk tumbuh. Keberhasilan dalam mengelola pendapatan serta mengatasi fluktuasi pasar akan menjadi faktor kunci dalam mempertahankan momentum positif pasca-IPO ini. Sementara itu, perkembangan ini juga berpotensi menarik perhatian investor dan pengamat di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, yang mungkin melihat peluang di sektor teknologi luar angkasa yang terus berkembang.