TLDR
Toolkit Greatness mendukung berbagai teknik phishing canggih, termasuk phishing kode perangkat dan pencurian token. Pelaku kejahatan siber dapat mengakses Greatness melalui langganan di saluran Telegram publik, yang memudahkan mereka untuk melakukan serangan. Pengguna harus meningkatkan kesadaran tentang teknik phishing yang berkembang dan menerapkan kebijakan akses yang ketat untuk melindungi akun mereka. Pomodo.id - Perkembangan terbaru dalam dunia kejahatan siber menunjukkan bahwa ancaman phishing dengan menggunakan kode perangkat telah menjadi solusi kriminal yang semakin umum. Alat phishing-as-a-service (PhaaS) bernama Greatness kini mendukung metode pencurian token melalui izin OAuth 2.0, memberikan kemampuan untuk menghindari autentikasi multi-faktor (MFA) dalam merebut kendali akun pengguna. Hal ini mencerminkan pergeseran besar dalam cara serangan phishing dijalankan, di mana platform seperti Greatness memungkinkan pelaku kejahatan untuk menjalankan berbagai jenis serangan dari satu panel pengelola yang sama.Menurut laporan dari ZeroBEC, Greatness memungkinkan pencurian kredensial dan token yang bersifat adversarial, serta penyalahgunaan persetujuan OAuth, memperlihatkan evolusi dari sekadar pengumpulan kredensial menjadi ekosistem serangan yang lebih terintegrasi. Penyerang mulai memanfaatkan teknik ini sejak setidaknya pertengahan 2022, dengan pengoperasian yang fokus pada pengguna Microsoft 365. Dengan akses ke Greatness yang ditawarkan melalui model langganan di saluran Telegram publik yang memiliki lebih dari 3.250 anggota, cybercriminals bisa mulai beroperasi dengan biaya langganan mulai dari $289, atau sekitar 4,3 juta Rupiah.Untuk menambah kompleksitas ancaman ini, phishing kode perangkat telah berkembang menjadi ancaman berskala industri dalam waktu singkat. Teknik yang awalnya hanya digunakan oleh tim red untuk menguji kelemahan kini telah digunakan oleh grup peretas berisiko tinggi seperti Storm-2372 dan ShinyHunters, yang meluncurkan serangan besar-besaran terhadap platform seperti Salesforce. Antara April dan Juli 2026, Microsoft melaporkan antara 10 hingga 15 kampanye baru setiap hari, sementara Barracuda mencatat hingga 7 juta serangan dalam periode empat minggu.Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang berpotensi membatasi dampak dari serangan berbasis kode perangkat ini. Meskipun banyak platform terpengaruh, penyedia layanan keamanan seperti Push Security telah memasukkan teknik phishing ini ke dalam matriks serangan mereka dan melacak lebih dari 25 kit phishing yang berbeda yang sedang beredar. Namun, fokus pada teknis pelaksanaan serangan sering kali mengalihkan perhatian dari tanggung jawab keamanan yang harus diambil oleh pengguna dan organisasi.
Phishing-as-a-Service (PhaaS) adalah model bisnis yang memungkinkan pelaku kejahatan untuk mengakses alat dan layanan phishing dengan mudah, mendemokratisasikan metode pencurian informasi. PhaaS menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk serangan siber tanpa memerlukan keterampilan teknis yang mendalam, sehingga membuatnya mudah diakses oleh orang-orang dengan niat jahat. PhaaS dapat menyasar berbagai platform yang populer, termasuk layanan email, awan, dan media sosial, menjadikannya ancaman yang semakin relevan dalam konteks keamanan digital saat ini.Melangkah ke masa depan, kecepatan dan jenis serangan phishing yang berkembang pesat menunjukkan bahwa ancaman ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Dengan semakin banyak cara pelaku memanfaatkan teknik ini, organisasi dan individu harus tetap waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat. Kesadaran yang lebih besar mengenai metode serangan ini, serta komitmen untuk mengedukasi pengguna tentang pentingnya menjaga keamanan data, menjadi faktor kunci dalam menghadapi tantangan ini di era digital yang terus berkembang.