TLDR
Koloni penguin di Coulman Island mengalami penurunan drastis dalam jumlah anak penguin yang bertahan hidup akibat pengaruh gunung es yang terdampar. Gunung es yang terdampar menyebabkan penguin dewasa terjebak, mengakibatkan keterlambatan dalam membawa makanan untuk anak-anak mereka. Peristiwa ini menunjukkan dampak perubahan iklim yang dapat meningkatkan frekuensi kejadian serupa di masa depan. Pomodo.id - Gunung es yang terdampar di sekitar Koloni Penguin Kaisar di Antartika mengakibatkan penurunan signifikan jumlah anak penguin yang berhasil bertahan hidup. Di Coulman Island, koloni ini mengalami penurunan sebanyak 69 persen dari jumlah anak yang selamat pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penelitian menunjukkan bahwa bentuk dari gunung es yang terdampar menghambat pengembalian penguin dewasa dari daerah berburu, yang menyebabkan anak-anak mereka kekurangan makanan.Pada tahun 2025, penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dengan menggunakan foto udara menunjukkan bahwa hanya terdapat 6.658 anak penguin yang selamat, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan 21.242 anak penguin yang teridentifikasi pada tahun 2024. Peneliti Jeong-Hoon Kim menjelaskan bahwa banyak penguin dewasa tertangkap di atas dan di sekitar gunung es yang terdampar, sehingga mereka tidak bisa segera kembali ke koloni untuk memberi makan anak-anaknya. Ketidakmampuan mereka untuk melintasi dinding curam yang terbentuk oleh gunung es tersebut berpotensi menyebabkan kelaparan pada anak-anak penguin yang ditinggalkan.
Koloni penguin kaisar (Aptenodytes forsteri) merupakan salah satu yang terbesar di dunia, dan memiliki perilaku unik dalam mengasuh anak. Mereka bergantian pergi ke laut untuk mencari makanan dan kemudian kembali untuk memberi makan anak. Ketika penguin dewasa menghadapi kendala untuk kembali, akibat terperangkap pada struktur es, anak-anak mereka berisiko tidak mendapatkan makanan yang cukup, yang dapat memengaruhi keberlangsungan populasi. Hal ini sangat penting karena koloni penguin kaisar adalah indikator kesehatan ekosistem laut di sekitarnya.
Meskipun penurunan populasi anak penguin ini mencolok, ada kendala dalam memahami sepenuhnya penyebab pastinya. Misalnya, sementara gunung es terdampar memiliki dampak langsung terhadap pengembalian penguin dewasa, faktor lingkungan lainnya—seperti perubahan iklim dan pemanasan global—juga bisa berperan dalam mengurangi keberhasilan pengembangbiakan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap masalah ini.Ke depan, penurunan drastis jumlah anak penguin kaisar bisa berimplikasi pada ekosistem Antartika secara keseluruhan. Jika jumlah penguin kaisar terus menurun, ketidakseimbangan dalam rantai makanan dapat terjadi, yang pada gilirannya mempengaruhi spesies lain yang berinteraksi dengan penguin ini. Dengan adanya perubahan iklim yang terus berlanjut dan dampak dari ekosistem laut yang berpotensi merugikan, masa depan penguin kaisar di Antartika semakin tidak pasti.Kondisi ini juga berfungsi sebagai pengingat pentingnya upaya konservasi di seluruh dunia. Penguin sebagai indikator perubahan lingkungan di Antartika menunjukkan betapa vitalnya bagi ilmuwan dan pengelola lingkungan untuk mereformasi kebijakan yang bisa berdampak langsung pada ekosistem kita. Kita perlu mendistribusikan perhatian lebih kepada spesies yang terancam punah dan memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan diambil untuk mengurangi dampak bencana ekologi di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 4 Agu 2026, 20.01 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)