TLDR
Kerentanan CVE-2026-18577 pada N-able N-central dapat menyebabkan akses administratif yang tidak sah dan penyalahgunaan fitur Take Control. CISA merekomendasikan agar lembaga pemerintah federal segera menerapkan perbaikan untuk mengatasi kerentanan ini sebelum batas waktu yang ditentukan. Serangan siber yang menargetkan platform RMM menunjukkan risiko berkelanjutan bagi jaringan yang dikelola oleh penyedia layanan. Pomodo.id - Kerentanan tinggi dalam perangkat lunak N-able N-central baru-baru ini terdeteksi, yang dapat dimanfaatkan oleh hacker untuk mengambil alih akun. Kerentanan yang dikenal sebagai CVE-2026-18577 memiliki skor keparahan 8.2 pada skala CVSS dan ditambahkan ke dalam katalog Kerentanan Dikenal yang Dieksploitasi (KEV) oleh Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) di Amerika Serikat. Masalah ini berasal dari kurangnya perbaikan yang memadai pada kerentanan sebelumnya yang disebut CVE-2026-18556, yang juga memiliki skor 8.2.Perangkat lunak N-central digunakan oleh penyedia layanan terkelola untuk mengontrol sistem dan endpoint pelanggan secara jarak jauh. Ketika kerentanan ini dieksploitasi dengan sukses, penyerang dapat mendapatkan akses administratif ke server N-central dan kemudian menggunakan fitur Take Control untuk menjangkau endpoint yang dikelola serta menerapkan mekanisme persistensi. Pihak N-able telah menginformasikan bahwa serangan ini bisa membuat koneksi berbahaya menggunakan nama pengguna default "MSP Support", yang mengarah pada akses tidak sah ke sistem pelanggan.Meskipun serangan ini telah teridentifikasi, tidak ada kelompok ancaman atau aktor tertentu yang diketahui secara publik berkontribusi pada eksploitasi tersebut. Namun, muncul laporan dari Huntress yang menunjukkan bahwa penyerang berupaya mengeksploitasi kerentanan ini di berbagai organisasi, meskipun saat ini belum ada kampanye luas yang signifikan terkait dengan isu ini.
CVE-2026-18577 adalah referensi untuk suatu kerentanan keamanan yang memungkinkan perambatan akses tidak sah ke sistem yang menggunakan perangkat lunak N-able N-central. Pentingnya pemahaman tentang kerentanan ini terletak pada potensi risiko yang ditimbulkannya terhadap data dan sistem pelanggan, yang bisa berakibat serius bagi perusahaan jika tidak ditangani dengan tepat. Awalnya, perbaikan yang diterapkan tidak cukup untuk mencegah akses oleh penyerang, namun pada 2 Agustus 2026, N-able mengeluarkan versi terbaru perangkat lunak, 2026.3.1.7, yang seharusnya dapat mengatasi masalah ini.
Meskipun perbaikan terbaru diterapkan, masih ada batasan yang signifikan. Pengguna masih harus melakukan upgrade manual untuk server yang di-host sendiri, sementara pada versi yang sudah terpengaruh, akses yang didapatkan oleh penyerang dapat bertahan bahkan setelah jalan akses melalui server N-central ditutup. Ini menunjukkan bahwa masalah ini akan memerlukan perhatian terus-menerus dari pelanggan untuk memastikan bahwa tidak ada layanan terowongan berbahaya yang tersisa di sistem mereka.Ke depannya, pengawasan terhadap kerentanan seperti ini sangat penting. Pelanggan harus segera berpindah ke versi 2026.3.1.7 untuk menghindari potensi risiko lebih lanjut. Perusahaan yang menggunakan N-central juga disarankan untuk melakukan penyelidikan mendalam terhadap adanya layanan atau aplikasi mencurigakan di endpoint mereka. Dengan meningkatnya ancaman siber di seluruh dunia, adaptasi yang cepat dan tepat terhadap perbaikan yang disarankan menjadi sangat vital untuk melindungi data dan sistem yang sensitif.