TLDR
Jumlah orang yang tidak terjamin terus meningkat, menyebabkan masalah bagi rumah sakit dan pasien. Utang medis menjadi masalah serius, dengan banyak rumah tangga tidak dapat membayar tagihan medis. Reformasi sistem kesehatan diperlukan untuk mencapai cakupan kesehatan universal di AS. Pomodo.id - Krisis asuransi kesehatan di Amerika Serikat semakin meningkat, menyebabkan rumah sakit dan pasien mengalami beban finansial yang berat. Ketika jumlah orang yang tidak memiliki asuransi kesehatan terus berkembang, pendapatan rumah sakit menurun, dan biaya pengobatan semakin tinggi. Situasi ini sangat memprihatinkan, mengingat rumah sakit diwajibkan oleh undang-undang federal untuk merawat pasien dengan kondisi medis darurat, terlepas dari status asuransi mereka.Saat ini, sekitar 30 juta warga Amerika tidak memiliki asuransi kesehatan, meski jumlah ini telah berkurang secara signifikan dibandingkan dengan 46,5 juta pada tahun 2010, saat disahkannya Undang-Undang Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act) oleh Presiden Barack Obama. Pemerintahan sebelumnya di bawah Trump dan Biden juga berhasil mengurangi jumlah orang yang tidak terdaftar ke dalam program asuransi kesehatan publik. Namun, meskipun persentase yang tidak terinsuransikan mencapai titik terendah 7,7% pada kuartal pertama tahun 2023, jumlah tersebut mulai meningkat kembali.Perusahaan rumah sakit memperlihatkan jumlah tagihan medis yang tidak dapat mereka tarik semakin meningkat lebih dari sepertiga dibandingkan tahun lalu. Ini mencakup tagihan yang timbul dari orang-orang yang terinsuransikan tetapi harus membayar biaya pribadi yang tinggi, yang sering kali tidak mampu mereka bayar. Hal ini terjadi di tengah lonjakan biaya premi asuransi yang mempengaruhi seluruh sistem kesehatan di negara tersebut.
Undang-Undang Perawatan Terjangkau
Undang-Undang Perawatan Terjangkau atau Affordable Care Act adalah kebijakan penting yang diterapkan di Amerika Serikat untuk memperluas cakupan asuransi kesehatan dan meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan. Meskipun berhasil menurunkan jumlah orang yang tidak terasuransikan, kebijakan ini tetap menghadapi tantangan karena semakin banyaknya orang yang tidak terdaftar, terutama dalam hal pengeluaran yang dibebankan kepada mereka yang terpaksa harus membayar biaya tinggi. Ini mengarah pada banyak ketidakpastian mengenai keberlangsungan sistem asuransi kesehatan di masa depan.
Berbagai laporan menunjukkan bahwa peningkatan jumlah orang yang tidak terasuransikan ini dapat menyebabkan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi rumah sakit tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan, yang berpotensi memperburuk masalah utang medis yang ada. Saat rumah sakit terus menerima lebih banyak pasien tanpa asuransi, kita berisiko menghadapi kesulitan ekonomi yang lebih besar di sektor kesehatan, yang sebelumnya saja telah melihat lonjakan biaya yang semakin tak terjangkau bagi pasien.Ketidakpastian dalam kebijakan kesehatan di AS ini juga berpotensi memberikan pelajaran bagi negara lain, termasuk Indonesia, mengenai dampak dari kebijakan asuransi kesehatan yang dapat memengaruhi akses layanan kesehatan. Mengingat angka-angka tersebut, penting bagi setiap negara untuk mempertimbangkan sistem asuransi kesehatan yang inklusif agar semua warga dapat mengakses perawatan medis yang dibutuhkan tanpa harus terjebak dalam beban utang yang tidak terkendali.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 3 Agu 2026, 20.12 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)