TLDR
Metode dua langkah menggabungkan penetrator dan peledakan nuklir untuk menghancurkan asteroid. Peledakan bawah permukaan meningkatkan efektivitas pergeseran asteroid dibandingkan dengan peledakan di permukaan. Pendekatan ini dapat dilakukan oleh pesawat luar angkasa tanpa awak, mengurangi kompleksitas teknis. Pomodo.id - Metode yang dikembangkan oleh ilmuwan Cina untuk menghancurkan asteroid berbahaya dapat mengubah cara planet kita mengatasi ancaman dari luar angkasa. Dengan menggunakan bom nuklir yang ditempatkan di bawah permukaan asteroid, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ledakan dengan kekuatan 3 megaton, setara dengan 200 bom Hiroshima, dapat sepenuhnya menghancurkan batu angkasa dengan diameter sekitar 100 meter. Rencana ini dilakukan oleh tim peneliti dari China Academy of Launch Vehicle Technology yang berbasis di Beijing.Prosedur yang diusulkan mencakup dua langkah utama. Pertama, sebuah proyektil logam akan diluncurkan untuk menembus permukaan asteroid dan menggali lubang dalam. Setelahnya, wahana kedua akan menjatuhkan bom nuklir ke dalam lubang tersebut dan meledakkannya. Simulasi menunjukkan bahwa jika bom diletakkan 30 meter di bawah permukaan, perubahan kecepatan asteroid dapat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan ledakan di permukaan. Metode ini dianggap lebih efisien dan efektif dalam mengubah jalur asteroid daripada sekadar meledakkan permukaan batu angkasa.Namun, meskipun metode ini menawarkan solusi yang menjanjikan, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Kompleksitas teknis dari misi ini, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan metode langsung yang melibatkan pergeseran asteroid secara langsung, tetap memerlukan teknologi yang sangat canggih dan akurat. Juga, karena asteroid memiliki lintasan yang tidak terduga, memprediksi efek jangka panjang dari metode ini menjadi sebuah tantangan. Selain itu, terdapat beberapa pertanyaan etis tentang penggunaan senjata nuklir di luar angkasa yang mungkin harus diperhatikan.Implikasi dari rencana ini cukup signifikan. Jika berhasil diterapkan, pendekatan ini dapat menjadi langkah penting dalam perlindungan planet Bumi dari potensi tabrakan dengan asteroid yang berbahaya. Keberhasilan misi ini juga dapat mengarah pada peningkatan kepedulian internasional mengenai kesiapan global untuk menghadapi ancaman luar angkasa, serta memperkuat kolaborasi antar negara dalam penelitian dan pengembangan teknologi pertahanan planet. Dengan berkembangnya teknologi luar angkasa, Indonesia pun berpotensi untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi ini, meningkatkan posisi negara dalam skala global.
China Academy of Launch Vehicle Technology
China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT) adalah institusi penyelidikan yang bertanggung jawab atas pengembangan teknologi peluncuran roket di Cina. CALT memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan luar angkasa negeri tersebut dan berperan dalam penelitian terkait keamanan nasional dan pertahanan planet. Doktrin pertahanan planet yang mengintegrasikan teknologi inovatif juga membuka peluang bagi negara lain, termasuk Indonesia, untuk berpartisipasi dalam misi serupa di masa depan.
Keseluruhan, pendekatan inovatif ini menunjukkan bagaimana solusi berbasis teknologi nuklir dapat diterapkan untuk melindungi Bumi dari potensi ancaman asteroid. Namun, keberhasilan penggunaan teknologi tersebut bergantung pada penelitian selanjutnya untuk memastikan kelayakan dan efisiensinya.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 2 Agu 2026, 21.07 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)