TLDR
Penggunaan CGM dan wearable data dapat membantu mencegah perkembangan diabetes pada individu dengan pradiabetes. Integrasi data wearable ke dalam EHR perlu dilakukan dengan cara yang tidak membebani profesional kesehatan. Kolaborasi antara pasien dan penyedia layanan kesehatan sangat penting untuk memaksimalkan manfaat teknologi dalam perawatan pasien. Pomodo.id - Menggunakan perangkat wearable dan Continuous Glucose Monitoring (CGM) dapat menjadi alat penting dalam pencegahan diabetes dan penyakit kronis lainnya. Dengan semakin tingginya jumlah individu yang berada pada rentang pra-diabetes dan bukti yang menunjukkan efektivitas perangkat ini, kita memiliki peluang untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.Di AS, lebih dari 115 juta orang berada pada rentang pra-diabetes, dengan 20-30% di antaranya diperkirakan akan bertransisi menjadi diabetes dalam waktu lima tahun. Dalam konteks ini, CGM dapat memainkan peran penting dalam pemantauan kadar glukosa yang membantu orang-orang untuk mencegah perkembangan diabetes lebih lanjut. Meskipun banyak orang belum diperlengkapi dengan CGM pada tahap pra-diabetes, bukti menunjukkan bahwa pemantauan berkelanjutan dapat mencegah penyakit kronis. Misalnya, perangkat seperti Dexcom G7 dan Abbott FreeStyle Libre memungkinkan integrasi data langsung ke dalam sistem rekam medis elektronik, membantu dokter dan pasien untuk mengelola informasi kesehatan dengan lebih baik.Namun, ada tantangan di balik penerapan CGM dan perangkat wearable. Saat ini, CGM biasanya tidak diresepkan untuk individu yang hanya berstatus pra-diabetes, meskipun data menunjukkan bahwa pencegahan melalui pemantauan mungkin lebih bermanfaat dalam jangka panjang. Hal ini menunjukkan ketidaksesuaian antara penyedia layanan kesehatan dan kebutuhan populasi yang berisiko. Sebagian besar orang mungkin tidak dapat menanggung biaya CGM karena kebijakan asuransi yang belum sepenuhnya mengakomodasi perangkat tersebut.Dengan praktik penggunaan CGM yang lebih luas, kita dapat berharap untuk melihat penurunan angka penyakit kronis di masa mendatang. Sebuah studi yang diadakan di Cedars-Sinai menunjukkan bahwa pasien kanker yang menggunakan pelacak kebugaran seperti Fitbit mengalami lebih sedikit kejadian buruk dan rawat inap seiring dengan peningkatan aktivitas fisik mereka. Ini menunjukkan bahwa meningkatkan aktivitas fisik melalui pelacakan yang cermat dapat memperbaiki hasil kesehatan secara keseluruhan.
Continuous Glucose Monitoring
Continuous Glucose Monitoring (CGM) adalah sistem yang mengukur kadar glukosa dalam darah secara berkelanjutan. Data yang dikumpulkan dapat membantu pasien dan dokter dalam membuat keputusan yang lebih baik tentang pengelolaan diabetes. Banyak orang berpikir bahwa CGM hanya untuk pasien diabetes, tetapi perangkat ini juga dapat bermanfaat bagi mereka yang berada dalam rentang pra-diabetes untuk mencegah perkembangan penyakit lebih lanjut. Ini adalah mispersepsi umum yang perlu diperbaiki agar lebih banyak orang dapat memanfaatkan keuntungan dari teknologi ini.
Perkembangan terbaru dalam konteks ini adalah Trial CONNECT yang disajikan pada sesi ilmiah American Diabetes Association pada bulan Juni 2026, yang menunjukkan potensi manfaat CGM dalam mencegah diabetes. Ini membuka jalan bagi perubahan cara kita memandang penggunaan dan akses ke teknologi kesehatan. Dengan kebijakan yang tepat, ada harapan untuk menurunkan prevalensi penyakit diabetes serta meningkatkan kualitas hidup individu yang berisiko.Kunci untuk pencegahan diabetes dan penyakit kronis terletak pada integrasi teknologi ke dalam sistem kesehatan yang ada. Melalui pemanfaatan CGM dan perangkat wearable secara lebih luas serta penghapusan batasan akses, kita dapat mendorong masyarakat untuk berkontribusi pada kesehatan mereka sendiri, dan pada akhirnya, menanggulangi lonjakan penyakit kronis di Indonesia.