TLDR
Pemantauan kebakaran dengan menggunakan infrasound dapat mendeteksi kebakaran dengan intensitas rendah. Teknik ini bermanfaat dalam kondisi visibilitas yang buruk, seperti saat kabut atau pepohonan menghalangi pandangan. Sonic Fire Tech mengembangkan teknologi pemadaman kebakaran yang menggunakan gelombang suara tanpa risiko bagi manusia atau hewan peliharaan. Pomodo.id - Teknologi deteksi kebakaran semakin canggih dengan memanfaatkan gelombang suara untuk mengidentifikasi kebakaran di lahan yang sulit dijangkau. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebakaran lahan dengan intensitas rendah dapat dideteksi hanya melalui suara. Dalam studi yang diterbitkan di Geophysical Research Letters pada 16 Juli, para peneliti menggunakan sensor akustik di dekat lahan bakar terencana di Idaho, Amerika Serikat. Sensor ini dapat menangkap getaran frekuensi rendah yang dihasilkan oleh kebakaran tersebut, memberikan indikasi bahwa teknik ini dapat digunakan untuk mendeteksi kebakaran yang relatif lemah.Ketika kebakaran terjadi, ia memancarkan gelombang tekanan dengan frekuensi antara 1 dan 20 hertz. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan frekuensi suara dapat memberikan informasi tentang lokasi dan intensitas kebakaran, juga mengonfirmasi bahwa dalam kondisi tertentu, seperti di lahan yang lembab, kebakaran dapat terdeteksi meskipun dengan intensitas rendah. Peneliti Jake Anderson dari Boise State University menyatakan bahwa hasil ini memberikan harapan untuk penerapan teknik ini secara luas, mengingat potensi untuk mendeteksi kebakaran dini yang sebelumnya terlewatkan oleh metode visual.Namun, penggunaan teknologi ini tidak lepas dari tantangan. Meskipun sensor suara memberikan alternatif, efektivitas metode ini mungkin dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti hujan atau suara latar lainnya yang kacau. Terdapat juga batasan frekuensi pendengaran manusia, sehingga diperlukan teknologi khusus untuk menganalisis dan memproses data suara yang ditangkap oleh sensor. Selain itu, sensor harus dipasang di lokasi strategis untuk memastikan akurasi deteksi, yang dapat menjadi tantangan tersendiri di area hutan belantara atau lokasi terpencil.Penerapan teknologi akustik ini dapat signifikan bagi upaya pemadam kebakaran dan pencarian dini terhadap kebakaran hutan. Penggunaan sensor akustik dapat melengkapi penggunaan satelit dan platform udara yang ada, sehingga menciptakan sistem pemantauan kebakaran yang lebih robust. Dengan menambah metode penginderaan ini, diharapkan bisa lebih banyak kebakaran dapat terdeteksi sebelum menyebar menjadi lebih luas, membantu melindungi hutan dan menurunkan risiko bagi masyarakat di sekitar area tersebut.
Gelombang infrasound adalah gelombang suara dengan frekuensi di bawah ambang pendengaran manusia, yaitu di bawah 20 hertz. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi fenomena alam, seperti kebakaran, gempa bumi, dan aktivitas vulkanik. Hal ini penting karena bisa memberikan informasi awal tentang kejadian yang membahayakan sebelum terlihat secara visual. Ini memberikan pendekatan baru yang komplementer terhadap metode penginderaan lainnya, terutama dalam kondisi yang sulit.
Kemajuan dalam teknologi ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di Indonesia, yang sering mengalami kebakaran hutan, terutama selama musim kemarau. Penerapan teknologi ini di Indonesia dapat meningkatkan kemampuan deteksi dini, membantu dalam upaya pemadaman kebakaran, serta melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Mengingat potensi kerugian ekonomi dari kebakaran lahan, pendekatan baru ini bisa menjadi langkah penting dalam manajemen risiko kebakaran di Indonesia.