Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

LinkedIn Luncurkan Fitur Cegah Konten AI Berkualitas Rendah Di Platform

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
31 Jul 2026
47 dibaca
3 menit
LinkedIn Luncurkan Fitur Cegah Konten AI Berkualitas Rendah Di Platform

TLDR

LinkedIn memperkenalkan fitur baru untuk mengidentifikasi dan mengurangi konten berkualitas rendah yang dihasilkan oleh AI.
Perusahaan berinvestasi dalam pertahanan otomatis untuk memblokir upaya komentar otomatis dan konten yang tidak autentik.
LinkedIn menghentikan fitur 'enhance your post' yang menggunakan AI untuk menulis, dan menggantinya dengan fitur yang memeriksa tata bahasa tanpa mengubah suara penulis.
Pomodo.id - LinkedIn baru saja memperkenalkan fitur baru untuk mengatasi masalah konten berkualitas rendah yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan, atau yang lebih sering disebut sebagai "AI slop". Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melaporkan postingan yang dianggap ditulis secara tidak autentik dengan menekan tombol "seems like AI slop". Ini adalah langkah signifikan dalam upaya menjaga kualitas konten di platform dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi pengguna LinkedIn.Data menunjukkan bahwa sekitar 41% dari konten tulisan panjang di LinkedIn telah dicap sebagai dihasilkan oleh AI. Hal ini menciptakan kekhawatiran di kalangan pengguna tentang keaslian informasi yang mereka konsumsi. Dalam upaya menangani masalah ini, LinkedIn juga telah meningkatkan sistem deteksi otomatis untuk mengidentifikasi konten berkualitas rendah dan menghadapi krisis spam yang semakin meningkat di platformnya. Di sektor media sosial lainnya, platform seperti Substack juga memberikan alat untuk membantu pengguna mengenali ketika konten ditulis oleh AI, menunjukkan bahwa masalah ini bukan hanya terbatas pada LinkedIn.Namun, tantangan tetap ada. Meski telah mengambil langkah-langkah ini, definisi "AI slop" itu sendiri masih tergolong subjektif dan berubah-ubah. Ini menunjukkan bahwa meskipun perusahaan berupaya meningkatkan kualitas konten, hasil evaluasi tetap tergantung pada masukan dari pengguna. Selain itu, terdapat kritik terhadap efektivitas sistem deteksi otomatis, dimana LinkedIn menghadapi sorotan sebagai sarang bagi konten berkualitas rendah, bahkan mendapatkan pengawasan dari media dan pengguna yang frustrasi.Inisiatif ini menjadi penting bukan hanya untuk LinkedIn tetapi juga dalam konteks yang lebih luas, termasuk untuk Indonesia di mana banyak pengguna internet mencari platform profesional yang menonjolkan keaslian. Dengan menanggulangi fenomena konten buatan AI, LinkedIn dapat membantu membangun kembali kepercayaan di kalangan penggunanya. Pengguna semakin mencari interaksi yang nyata dan perspektif asli, tidak hanya tulisan yang tampak menyeterika.
AI slop
Konten yang dianggap "AI slop" merujuk pada materi yang diproduksi secara otomatis oleh perangkat lunak kecerdasan buatan dan sering kali tidak memiliki kedalaman atau keaslian yang diharapkan. Isu ini relevan karena menimbulkan kekhawatiran bahwa konten yang dihasilkan oleh AI mungkin tidak memenuhi kebutuhan pengguna akan informasi yang berkualitas dan dapat diandalkan. Dengan fitur baru ini, LinkedIn berupaya mendorong keterlibatan pengguna dalam mengidentifikasi dan menghapus konten yang tidak sesuai.
Dengan adanya fitur pelaporan ini, diharapkan pengguna dapat berkontribusi langsung dalam memfilter konten yang muncul di feed mereka, sehingga pengalaman pengguna di LinkedIn dapat lebih positif dan bermakna. Menyusul pengumuman ini, diharapkan akan ada peningkatan dalam jumlah konten yang dinilai berkualitas serta pengurangan substansial dari konten yang dihasilkan oleh AI.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.