TLDR
Keputusan Fed untuk mempertahankan suku bunga dengan nada hawkish dapat berdampak negatif pada aset digital seperti Bitcoin. Ada ketidakpastian mengenai dampak kebijakan Fed pada pasar, dengan fokus khusus pada pertemuan Fed mendatang pada bulan September. Permintaan institusional untuk Bitcoin tetap ada meskipun ada volatilitas, menunjukkan bahwa investor masih bersedia membeli saat harga turun. Pomodo.id - Federal Reserve (Fed) telah menahan suku bunga, sebuah keputusan yang diwarnai oleh ketidakpastian yang tidak biasa, setelah beberapa suara penting menyerukan kenaikan. Bitcoin diperdagangkan pada level sekitar $63,913.58, sedikit bergerak di sekitar $64,000 menjelang keputusan dan konferensi pers Ketua Kevin Warsh. Di tengah situasi ini, para analis terbelah dalam pandangan mereka mengenai prospek Bitcoin pasca-keputusan Fed. Sebagian menganggap keputusan Fed ini sebagai hasil yang kurang mendukung bagi aset digital, sementara yang lain melihat pandangan yang lebih konstruktif.Sementara itu, beberapa analis menekankan bahwa prospek Bitcoin sangat bergantung pada apa yang terjadi dengan aset lainnya. Kevin Warsh menyatakan bahwa tidak ada target inflasi yang lembut, menegaskan bahwa setiap angka inflasi di atas 2% tidak dapat diterima. Ini menandakan bahwa Fed tidak akan mentolerir inflasi yang melebihi target, bahkan jika berisiko menakut-nakuti pertumbuhan ekonomi. Keputusan ini diambil dengan suara 9-3, di mana tiga pembuat kebijakan, termasuk Presiden Fed Cleveland Beth Hammack, menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap keputusan tersebut.Meskipun terdapat ketegangan mengenai keputusan suku bunga, pasar secara umum memperkirakan 70% kemungkinan bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga dan 30% kemungkinan kenaikan sebesar 25 basis poin. Data dari CME FedWatch menunjukkan bahwa peluang kenaikan tersebut meningkat dari sebelumnya 25.7%. Hal ini menciptakan ketidakpastian yang dapat memengaruhi pasar kripto dan investasi berisiko lainnya, termasuk saham berbasis kecerdasan buatan (AI), yang telah mengalami tekanan.
Bitcoin adalah mata uang digital terdesentralisasi yang memungkinkan transaksi peer-to-peer tanpa memerlukan pihak ketiga. Mata uang ini menjadi yang pertama dan paling dikenal di dunia kripto, dan sering dianggap sebagai penyimpan nilai. Salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa Bitcoin tidak stabil, padahal volatilitasnya justru mencerminkan reaksi pasar terhadap berita dan kebijakan moneter, termasuk keputusan dari Fed.
Meski dalam keadaan tidak pasti ini, Bitcoin menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan dengan saham-saham teknologi yang berfokus pada AI, yang tertekan menjelang pertemuan Fed. Sebelum rapat tersebut, Bitcoin berhasil pulih dari kerugian harian dan diperdagangkan mendekati $64,000. Dalam konteks ini, beberapa analis percaya bahwa Bitcoin mulai menunjukkan divergennya dari aset risiko tradisional, setidaknya dalam batas tertentu.Keputusan Fed yang mempertahankan suku bunga di 3.5%-3.75% dapat memberikan sinyal yang jelas bagi investor terkait dengan kebijakan moneter ke depan. Namun, untuk Bitcoin, ujian sebenarnya mungkin berada pada pertemuan Fed di bulan September mendatang. Keputusan selanjutnya ini dapat memiliki implikasi signifikan bagi harga Bitcoin dan sentimen pasar secara keseluruhan, terutama jika Fed akhirnya memutuskan untuk menyesuaikan suku bunga dan menyentuh pertanyaan inflasi yang lebih tinggi dari target.Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar sedang dalam posisi menunggu yang penuh ketidakpastian. Dengan prospek Bitcoin yang terpecah, investor mungkin perlu mempersiapkan strategi untuk mengatasi kemungkinan perubahan kebijakan dari Fed, serta dampaknya terhadap pasar kripto secara keseluruhan. Setiap pergeseran dalam kebijakan dapat berkonsekuensi besar bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin, dan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah pasar ke depan.