TLDR
Attalon menerima kontrak modifikasi senilai $17,1 juta dari Office of Naval Research untuk mengembangkan sistem energi terarah. Program SONGBOW bertujuan untuk memajukan teknologi sistem laser energi tinggi untuk penggunaan operasional di masa depan. Perusahaan berkomitmen untuk memperkuat basis industri pertahanan Amerika Serikat dan meningkatkan kapasitas produksi dalam teknologi energi terarah. Pomodo.id - Attalon, sebuah perusahaan yang berbasis di California, baru-baru ini menerima pendanaan baru dari Office of Naval Research. Perusahaan ini akan melanjutkan pengembangan laser fiber pulsed canggih dan subsistem energi terarah berdaya tinggi untuk mendukung kemampuan Angkatan Laut AS di masa depan. Dalam pengumuman tersebut, disebutkan bahwa Attalon memperoleh modifikasi kontrak senilai $17,1 juta dari Office of Naval Research melalui program SONGBOW. Program ini fokus pada pengembangan teknologi yang akan memungkinkan sistem energi terarah generasi berikutnya.Matt Straup, Wakil Presiden Energi Terarah dan Laser Canggih di Attalon, menyatakan bahwa proyek ini akan memperkuat kemampuan penting, termasuk laser fiber, kontrol sinar, dan integrasi sistem. Semua ini sangat penting untuk menghasilkan sistem laser yang dapat dioperasikan secara besar-besaran. Tim Energi Terarah dan Laser Canggih perusahaan ini di Beavercreek, Ohio, akan melanjutkan pengembangan subsistem energi terarah kelas 400-kilowatt dengan mengintegrasikan laser 50-kilowatt bersama dengan perangkat kontrol sinar berkinerja tinggi.
Program SONGBOW adalah inisiatif yang dirancang untuk mempercepat teknologi laser dan energi terarah dalam pertahanan. Fokusnya adalah pada pengembangan sistem yang dapat dengan cepat dioperasikan dan diintegrasikan ke dalam struktur pertahanan yang ada. Program ini beradaptasi dengan kebutuhan baru yang muncul dalam peperangan modern dan menjawab tantangan dari ancaman udara dan drone. Dengan adanya SONGBOW, Angkatan Laut dapat meningkatkan kemampuan tempur mereka yang mengandalkan energi terarah sebagai bagian integral dari strategi pertahanan masa depan.
Meskipun langkah-langkah ini menunjukkan kemajuan, ada tantangan yang harus diatasi. Adanya keterbatasan dalam pengembangan awal laser ini dan kompleksitas dari sistem integrasi dapat membuat transisi ke penggunaan operasional tidak selalu mulus. Masih diperlukan waktu hingga teknologi ini dapat diimplementasikan secara luas di lapangan, terutama ketika berhadapan dengan ancaman nyata. Selain itu, ada risiko yang menyertai pengembangan teknologi baru, termasuk masalah biaya dan keandalan jangka panjang dari sistem yang dihasilkan.Ke depannya, kemajuan ini diharapkan akan memberikan dampak signifikan bagi kekuatan serta efektivitas pertahanan Angkatan Laut AS. Dengan berinvestasi pada teknologi laser fiber dan kontrol sinar yang lebih presisi, Angkatan Laut dapat memperkuat kemampuan mereka dalam menghadapi ancaman yang meningkat dari penggunaan drone serta sistem serangan udara lainnya. Jika berhasil, sistem laser yang dikembangkan dapat mengubah secara radikal bagaimana Angkatan Laut melakukan operasi pertahanan dan memberikan solusi yang lebih efisien serta responsif terhadap serangan di masa mendatang.