TLDR
Komunitas pedesaan mengalami kehilangan layanan obstetri yang signifikan, menciptakan 'desert maternitas'. Kelompok wanita seperti Black dan Native American menghadapi risiko mortalitas maternal yang lebih tinggi. Ketersediaan dan aksesibilitas layanan kesehatan di daerah pedesaan perlu diperjuangkan untuk melindungi ibu dan bayi. Pomodo.id - Krisis layanan obstetri di pedesaan mengancam kesejahteraan komunitas, khususnya di negara bagian Maine, yang telah mengalami penutupan signifikan pada fasilitas persalinan. Dalam kurun waktu 2010 hingga 2022, 25% area pedesaan di Amerika Serikat kehilangan unit obstetrik mereka, dan saat ini hanya 52,4% rumah sakit di kawasan tersebut yang menawarkan perawatan obstetri. Dalam konteks ini, Maine menunjukkan data yang lebih parah, dengan 11 dari 23 departemen Labor dan Persalinan yang ditutup dalam sepuluh tahun terakhir. Penutupan ini menciptakan "gurun maternitas" yang semakin memperburuk situasi perawatan bagi wanita hamil.Angka kematian maternal di Amerika Serikat sudah tiga kali lebih tinggi dibandingkan kebanyakan negara berpenghasilan tinggi lainnya. Ini menjadi perhatian serius, terutama bagi wanita kulit hitam dan penduduk asli Amerika yang menghadapi tingkat kematian yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan rata-rata nasional. Selain itu, wanita yang tinggal di daerah pedesaan mengalami situasi yang lebih buruk dibandingkan rekan-rekan mereka di kota. Penutupan unit obstetrik berimbas langsung pada kesehatan ibu dan bayi, di mana akses yang terbatas terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan.Meskipun penutupan ini memiliki dampak mendalam, ada juga usaha untuk mengatasi tantangan ini. Misalnya, MaineHealth Lincoln Hospital, yang dikenal sebagai Miles, merupakan contoh dari fasilitas yang tetap memberikan pelayanan obstetri meskipun banyak rekan-rekannya ditutup. Di samping itu, ada organisasi seperti Mamatoto Village yang berkomitmen untuk mendukung kesehatan maternal dan mengurangi angka kematian maternal dengan strategi berbasis komunitas. Mereka telah berhasil mempertahankan tingkat kematian maternal yang hampir nol dengan mendukung lebih dari 4.000 keluarga sejak didirikan.Namun, meski ada upaya positif, banyak tantangan tetap ada. Penurunan ini menggambarkan ketidakmampuan banyak rumah sakit pedesaan untuk bertahan hidup secara finansial, diantaranya karena 40% dari mereka melaporkan kerugian pada layanan pasien. Masalah ini menciptakan ketegangan di antara kebutuhan akan layanan medis dan ketersediaan sumber daya, membuat banyak keluarga terasing dari perawatan yang dibutuhkan. Ini bukan hanya masalah individu, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang pada kesehatan masyarakat dan ekonomi sebuah wilayah.Untuk meneruskan pemikiran ke depan, komunitas di Maine perlu berkolaborasi dalam mencari solusi yang lebih berkelanjutan. Upaya kolektif diperlukan untuk memperkuat lingkup layanan kesehatan, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perawatan prenatal, serta memberikan dukungan finansial untuk rumah sakit lokal. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan dukungan dari berbagai pihak, komunitas bisa mendapatkan kembali akses ke layanan obstetri dan mengurangi risiko kematian maternal di masa yang akan datang. Semua ini membutuhkan kesadaran, dukungan kebijakan, dan tindakan yang tepat untuk mencegah krisis kesehatan ini semakin dalam.
Layanan obstetri adalah layanan yang berfokus pada perawatan wanita selama kehamilan, persalinan, dan periode pascapersalinan. Penting untuk diperhatikan bahwa meskipun banyak orang menganggap layanan ini hanya berkaitan dengan persalinan itu sendiri, layanan obstetri juga mencakup pemantauan kesehatan ibu dan bayi sebelum dan setelah kelahiran. Mengabaikan aspek ini bisa menyebabkan konsekuensi serius, termasuk meningkatkan risiko komorbiditas dan kematian, terutama di kalangan wanita di daerah pedesaan.