TLDR
Kerentanan CVE-2026-53264 dalam kernel Linux memungkinkan eskalasi hak istimewa lokal pada CentOS Stream 9. Penggunaan kecerdasan buatan dalam menemukan dan mengembangkan eksploit memberikan kecepatan dan efisiensi dalam penelitian keamanan siber. Walaupun dampak kerentanan ini terbatas, publikasi kode eksploit meningkatkan urgensi untuk memperbarui sistem yang rentan. Pomodo.id - Kerentanan di kernel Linux baru-baru ini telah terungkap, khususnya dalam konteks CentOS Stream 9, di mana sebuah eksploitasi baru dapat meningkatkan hak akses lokal hingga level root. Kerentanan ini, yang diidentifikasi sebagai CVE-2026-53264, memiliki skor CVSS sebesar 7.8 dan berasal dari kondisi use-after-free dalam subsistem pengendalian lalu lintas jaringan kernel. Peneliti Lee Jia Jie menyatakan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) berperan penting dalam menemukan dan mempercepat pengembangan eksploitasi ini.Penggunaan eksploitasi ini tidak merupakan eksekusi kode secara jarak jauh, melainkan terjadi setelah penyerang mendapatkan akses awal ke mesin. Dalam demonstrasinya, eksploitasi ini memerlukan adanya namespace pengguna yang tidak memiliki hak istimewa, serta opsi kernel tertentu seperti CONFIG_NET_ACT_GACT dan CONFIG_NET_CLS_FLOWER. Jenis kerentanan ini juga tergantung pada rantai pemrograman yang menggunakan teknik return-oriented programming (ROP) dengan offset yang telah ditentukan. Meskipun tekanan dan kerentanannya multitarget, sumber kode eksploitasi ini kini telah dipublikasikan secara umum, dengan perbaikan yang masuk ke dalam cabang kernel yang stabil. Perbaikan secara upstream telah dilakukan pada tanggal 1 Juni 2026.Sebuah kerentanan baru lainnya, yang dikoordinasikan di bawah nama RefluXFS, terdaftar sebagai CVE-2026-64600, dan memungkinkannya untuk pengguna lokal yang tidak memiliki hak istimewa dapat menimpa file yang dimiliki root pada sistem file XFS dan mendapatkan akses root secara permanen. Analisis oleh Qualys menunjukkan bahwa instalasi default dari Red Hat Enterprise Linux dan turunannya, включая CentOS Stream, memenuhi syarat untuk eksploitasi ini. Kerentanan ini terkait dengan bagaimana sistem overwriting berfungsi dan dapat membiarkan pengguna jahat tetap memiliki kontrol setelah reboot.Dari sini, perlu dicatat bahwa untuk mengeksploitasi RefluXFS, terdapat tiga kondisi yang harus dipenuhi. Pengguna diingatkan untuk lebih dahulu menerapkan perbaikan pada sistem yang terpapar dan multi-tenant, seperti yang ditunjukkan oleh sistem berbasis XFS yang mengizinkan eksekusi kode tidak tepercaya. Selain itu, pengumuman dari CISA tidak menyebutkan adanya catatan eksploitasi yang terdaftar dalam katalog kerentanan yang dikenal dieksploitasi.
RefluXFS adalah sebuah kerentanan dalam kernel Linux yang memungkinkan pengguna lokal tanpa hak istimewa untuk menimpa file yang dimiliki oleh root pada sistem file XFS. Ini berarti bahwa hacker dapat mempertahankan akses ke sistem meski telah di-reboot. Kerentanan ini menyoroti bagaimana eksploitasi dapat bertahan dan mempengaruhi keamanan jangka panjang dari sistem berbasis Linux. Masyarakat sering berpikir bahwa root access hanya bisa didapatkan oleh pengguna dengan hak istimewa, tetapi kerentanan semacam ini menunjukkan bahwa bahkan pengguna tanpa hak istimewa bisa melakukan eksploitasi yang berbahaya.
Pada akhirnya, perkembangan ini menunjukkan pentingnya pemantauan yang lebih ketat dan penerapan patch keamanan untuk sistem Linux, terutama yang berada di bawah distribusi yang berisiko tinggi seperti CentOS Stream dan Red Hat. Upaya untuk memperbaiki kerentanan ini harus segera dilaksanakan sebelum pelaku jahat dapat memanfaatkannya secara lebih luas. Dengan kompleksitas yang semakin berkembang dalam sistem operasi modern, kolaborasi antara peneliti dan industri menjadi fundamental dalam memastikan keamanan siber tetap terjaga.