TLDR
AS memberlakukan pembatasan pada penggunaan robot humanoid dari negara musuh untuk melindungi keamanan nasional. China mendominasi pasar robot humanoid dengan hampir 80% pengiriman global. Langkah ini merupakan bagian dari strategi bertahap AS untuk mengatasi kekhawatiran terkait teknologi asing. Pomodo.id - AS telah mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan keamanan nasionalnya dengan melarang Angkatan Bersenjata AS menggunakan robot humanoid yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan yang terkait dengan China dan musuh asing lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) yang baru-baru ini disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS. Melalui rancangan tersebut, terdapat ketentuan spesifik yang melarang pengadaan, penyewaan, atau penggunaan sistem robot humanoid yang dikaitkan dengan negara-negara yang ditetapkan sebagai musuh asing, termasuk China, Rusia, dan Iran.Ketentuan yang terdapat pada Bagian 163 dari NDAA ini mencerminkan kekhawatiran yang tumbuh terkait keamanan nasional, privasi data, dan risiko yang dapat ditimbulkan oleh sistem otonom asing. Di masa lalu, fokus pengawasan AS terhadap teknologi China terutama tertuju pada sektor-sektor seperti semikonduktor dan peralatan telekomunikasi. Namun, dengan adanya langkah ini, pengawasan diperluas untuk mencakup robotika humanoid canggih. Menurut laporan, teknologi robotika humanoid yang dikembangkan oleh perusahaan China menguasai sekitar 80 persen dari pengiriman robot humanoid di pasar global pada tahun 2025, menunjukkan besarnya potensi dan dominasi teknologi ini.Walaupun begitu, ada keterbatasan dalam tindakan ini. Rancangan undang-undang tersebut terlihat tidak sekuat inisiatif lain, seperti Undang-Undang Pengamanan Dominasi Robotika Adversarial AS (GUARD Act) yang diajukan oleh Anggota Dewan Perwakilan John Moolenaar. GUARD Act menawarkan evaluasi lebih menyeluruh terhadap sistem robot humanoid dan robot "anjing" kuadruped yang berasal dari China untuk ditambahkan ke dalam "Daftar Tercakup" Komisi Komunikasi Federal, yang berpotensi melarang penjualan komersial di seluruh pasar AS. Namun, NDAA membatasi tindakan tersebut hanya pada pengadaan militer, yang menunjukkan adanya kebijakan yang lebih lembek dibandingkan yang awalnya diusulkan.Keputusan ini menunjukkan adanya paduan kepentingan dari segi keamanan dan teknologi, sambil membahas hubungan yang semakin tegang antara AS dan China. Dengan mengembangkan regulasi yang lebih ketat terhadap teknologi otonom, pemerintah AS menunjukkan komitmennya untuk melindungi kepentingan nasional, terutama di tengah cepatnya perkembangan teknologi yang dihasilkan oleh kompetitor asing seperti China. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga keunggulan teknologi AS di jalur kompetisi global.Dengan langkah-langkah yang diambil dalam undang-undang ini, ada kemungkinan akan ada dampak yang lebih luas pada industri robotika dan teknologi canggih lainnya. Ketika AS terus memperketat regulasi terhadap teknologi asing, hal ini bisa mendorong inovasi domestik yang lebih besar. Selain itu, hal ini menunjukkan bahwa kebijakan perlindungan nasional terhadap teknologi bukan hanya memperhatikan aspek fisik, tetapi juga menyangkut kontrol terhadap pengadaan teknologi canggih yang dapat mempengaruhi stabilitas dan keamanan di dalam negeri.Secara keseluruhan, langkah AS untuk melarang penggunaan robot humanoid berhubungan erat dengan upaya untuk mengamankan sistem dan infrastruktur vital dari potensi ancaman yang berasal dari luar. Hal ini mencerminkan pergeseran strategis dalam cara negara-negara menyikapi teknologi maju dalam konteks pertahanan dan keamanan.
National Defense Authorization Act
Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) adalah undang-undang federal tahunan yang menetapkan anggaran dan pengeluaran Departemen Pertahanan AS. Selain mengatur anggaran, NDAA juga memasukkan ketentuan yang berkaitan dengan kebijakan apapun yang berkaitan dengan angkatan bersenjata, termasuk penggunaan teknologi canggih, yang sangat penting dalam menjaga keamanan nasional. Oleh karena itu, NDAA menjadi salah satu dokumen paling penting dalam perumusan strategi keamanan AS.
Artikel ini disintesis dari 2 sumber.