TLDR
Analisis genetik menunjukkan bahwa sebagian besar Beefalo tidak memiliki keturunan bison yang terdeteksi. Interbreeding antara bison dan sapi sulit secara biologis, yang menyebabkan upaya pembiakan hibrida gagal. Kekhawatiran tentang pengaruh genetik sapi pada bison liar mungkin berlebihan, karena aliran gen antara kedua spesies ternyata jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan. Pomodo.id - Beefalo, sebagai breed hibrida antara sapi domestik dan bison, telah lama diiklankan sebagai daging yang lebih tahan penyakit dan lebih lezat dibandingkan daging sapi konvensional. Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa klaim mengenai keberadaan DNA bison dalam Beefalo mungkin tidak sekuat yang diyakini sebelumnya. Peneliti menemukan bahwa sebagian besar individu Beefalo yang pernah dianalisis tidak menunjukkan jejak DNA bison sama sekali.Sebuah analisis genetik yang dilakukan terhadap 47 sampel semen yang diawetkan dari Beefalo, yang dikumpulkan pada 1970-an dan 1980-an, menemukan bahwa 39 di antaranya tidak memiliki warisan DNA bison. Delapan Beefalo lainnya yang memiliki DNA bison juga tidak mencapai standar yang ditetapkan oleh American Beefalo Association (ABA), yaitu satu bagian dari tiga bagian bison. Penelitian yang dipublikasikan pada 10 Juni 2023 di jurnal eLife ini mengejutkan banyak ilmuwan, termasuk Beth Shapiro, seorang ahli biologi evolusi di University of California, Santa Cruz, yang terlibat dalam penelitian ini.
Beefalo adalah hasil persilangan antara sapi domestik dan bison yang secara spesifik bertujuan untuk menggabungkan sifat-sifat keduanya, seperti ketahanan dan kualitas daging. Sebagai breed hibrida, Beefalo sering dipromosikan karena dagingnya yang lebih sehat dan rasio lemak yang lebih rendah dibandingkan daging sapi biasa. Namun, dengan semakin sedikitnya individu yang menunjukkan warisan DNA bison, kesadaran akan keterbatasan genetik dalam hibrida ini mungkin dapat mengubah cara konsumen dan peternak memandang Beefalo ke depannya.
Kontradiksi muncul dari klaim resmi ABA, yang membantah hasil analisis tersebut. Dan Stricker, presiden ABA, mengungkapkan keprihatinan bahwa sampel yang digunakan dalam penelitian tidak mencerminkan populasi Beefalo yang saat ini terdaftar, yang telah dibudidayakan secara selektif untuk sifat-sifat bison selama beberapa generasi. Ini menunjukkan adanya ketegangan antara klaim yang dibuat oleh pengelola breed Beefalo dan hasil ilmiah yang menunjukkan bahwa sebagian besar dari breed ini mungkin telah kehilangan kualitas yang menjadi ciri khas mereka.Perkembangan ini memiliki implikasi yang signifikan bagi industri daging Beefalo dan beternak hibrida lainnya. Fungsi genetik yang hilang dari Beefalo dapat menyebabkan kesulitan dalam mempertahankan keberlanjutan breed ini, yang mungkin mengubah persepsi konsumen terhadap daging Beefalo. Terlebih lagi, dengan faktor genetik yang tidak dapat dipastikan, ini bisa berdampak pada penetapan harga dan permintaan di pasar daging. Konsumen yang peternak dan pembeli daging beefalo mungkin perlu mempertimbangkan kembali nilai dari produk yang ditawarkan.Artikel ini disintesis dari 1 sumber.